Gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 merupakan salah satu fenomena alam besar yang dihadapi tanah air tercinta, Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), secara keseluruhan kerusakan yang diakibatkan oleh rangkaian Gempa Lombok tahun 2018 antara lain merusakan 71.962 unit rumah, 671 fasilitas pendidikan, 52 unit fasilitas kesehatan, 128 unit fasilitas ibadah dan sarana infrastruktur. Sedangkan data korban adalah 460 orang meninggal dunia, 7.733 korban luka-luka, dan 417.529 orang mengungsi.

Walaupun kejadian gempa tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun warga Lombok belum sepenuhnya melakukan aktivitas sediakala. Seperti mustahik binaan Zakat Community Development BAZNAS di Dusun Salut, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar agama di Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) Hikmatusyarief.

TPQ Hikmatusyarief berdiri pada Tahun 2017 yang didirikan oleh Ustadz Rawine, salah seorang warga asli dari Dusun Salut. Pada awal pendirian, TPQ sudah mempunyai murid sebanyak 30 orang dari kalangan anak-anak sekitar dusun.

Pada Sabtu (10/10/2020), di kediaman Ustadz Rawine, Sahabat ZCD BAZNAS melakukan kunjungan untuk berdiskusi bersama Kepala Desa dan Ustadz Rawine terkait pembahasan menghidupkan kembali TPQ Hikmatusyarief untuk anak-anak Dusun Salut. Dari hasil diskusi tersebut diputuskan untuk kembali menghidupkan kegiatan TPQ yang sudah berhenti dalam kurung waktu cukup lama.

Senin (12/10/2020), TPQ Hikmatusyarief resmi kembali dibuka dan masyarakat sangat antusias menintipkan anak-anaknya untuk menimba ilmu agama di TPQ tersebut, sebab di Dusun Salut masih terbatasnya tempat-tempat untuk menuntut ilmu agama. Kini TPQ Hikmatusyarief sudah berjalan selama empat hari dengan murid yang semakin bertambah dari hari ke hari.

Semula TPQ mempunyai 20 murid hingga kini mencapai 35 murid. Sistem belajarnya dilakukan pembagian tiga kelas yaitu kelas iqro', kelas Al-Qur’an, dan kelas tajwid dengan jumlah guru yang mengajar sebanyak 3 orang termasuk Sahabat ZCD sendiri.

Adapun kelas iqro' diajarkan oleh Ustadz Rawine, kelas Al- Qur'an oleh Ustadzah Asiah, dan kelas tajwid diajarkan oleh Sahabat ZCD, Desa Selat. Kegiatan TPQ berlangsung selama 5 hari dalam seminggu, dimana pada hari Jum’at dan Minggu aktivitas diliburkan, hal ini dilakukan agar anak-anak tidak merasa jenuh untuk belajar. Adapun rencana tindak lanjut dari proses pengajaran ini selain mengajarkan ilmu dalam membaca Al-Qur’an dengan baik, murid-murid juga akan diajarkan materi pemahaman agama Islam sehingga melalui ilmu agama, anak-anak akan menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh norma masyarakat atau pun agama.

#ZakatCommunityDevelopment
#ZCDBAZNAS
#LekasPulihIndonesia
#SemestaKebajikanZakat


Terkait