Sebagai bentuk kepedulian BAZNAS kepada mustahik, Lembaga Zakat Community Development (ZCD) telah melakukan program pemberdayaan yang tersebar luas di wilayah Indonesia. Salah satunya di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang melakukan kegiatan produksi olahan mawar oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Mawar.

Kegiatan produksi olahan mawar ini telah berlangsung sejak tahun 2019, beberapa mustahik juga telah merasakan manfaatnya. Selasa (29/09/2020), Sahabat ZCD bersama Yayasan SPEK-HAM Surakarta sebagai mitra program melakukan pembagian laba kelompok dari penjualan produk olahan mawar. Kegiatan ini berlangsung di salah satu rumah anggota kelompok bernama Ngateni (40) dan dihadiri oleh empat belas anggota.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Kelompok yaitu Sri Mulyani (45). Pada kesempatan ini beliau menjelaskan mengenai penjualan produk olahan mawar, sedangkan Sahabat ZCD menyampaikan pelaporan penjualan produk dengan memaparkan omzet penjualan dari Bulan Januari hingga Agustus 2020 dengan total omzet Rp6.302.000 dan laba kelompok sebesar Rp1.166.500.

Selain laba penjualan yang disampaikan, dibagikan pula upah biaya tenaga produksi dengan total Rp900.000 berdasarkan jumlah absensi anggota kelompok yang hadir saat melakukan produksi, serta pembayaran bunga mawar bagi anggota yang menyetor bunga mawar untuk bahan produk dengan total yang dibayarkan sebesar Rp428.500.

Setelah dilakukan pemaparan oleh sahabat ZCD serta kalkulasi penerimaan per anggota sesuai dengan biaya tenaga, laba penjualan, dan biaya setor bunga, Sahabat ZCD bersama salah satu anggota Yayasan SPEK-HAM bernama Nila (36) meminta anggota untuk merefleksikan apa yang perlu diperbaiki dan yang sudah baik dari kelompok dengan masing-masing menuliskan di kertas berdasarkan nominal pembagian laba yang diterima per anggota.

Hasilnya diketahui bahwa anggota merasa organisasi kelompok cukup baik, hanya perlu dilakukan peningkatan produksi dan pemasaran. Karena saat ini, kontribusi beberapa anggota untuk mengikuti kegiatan produksi terkendala akibat kesibukannya pada pekerjaan masing-masing sehingga dirasa kurang maksimal.

Berdasarkan refleksi tersebut, Sahabat ZCD dan Yayasan SPEK-HAM meminta partisipasi aktif anggota kelompok, untuk terus berproduksi dan memasarkan produk-produk olahan mawar yang telah dikelola oleh kelompok. Tentunya, dengan dilakukan pendampingan rutin oleh sahabat ZCD. Pemasaran yang berfokus pada pemasaran online dirasa belum efektif, sehingga perlu menjalin kerjasama dengan mitra dalam penjualan offline dan dilakukan open reseller.

Oleh karena itu, rencananya Sahabat ZCD dan Mitra akan mengajukan produk olahan mawar pada salah satu toko oleh-oleh di Kawasan Colomadu Karanganyar yaitu Toko Cokro dengan sistem titip dan produk dibayar ketika sudah terjual. Kerjasama ini direncanakan dapat terealisasi ketika kelompok sudah melakukan produksi rutin dan stok memadai setelah sebelumnya vakum produksi karena kesibukan anggota di musim tembakau.

Dengan adanya kegiatan produksi dan pemasaran yang lebih luas ini diharapkan anggota mustahik dapat merasakan manfaatnya dalam sisi finansial untuk keluarga serta menaikan branding pengolahan produk makanan dan minuman berbahan baku bunga mawar.


Terkait