Desa Sumurgung terletak di tepian kota. Desa ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Desa Sumurgung terkenal sebagai salah satu kawasan penghasil batik di Kabupaten Tuban, selain di Kecamatan Kerek dan Semanding. Di desa ini, kerajinan batik telah menjadi sumber penghasilan secara turun temurun. Dari generasi ke generasi, membuat batik menjadi lahan utama untuk memperoleh nafkah keluarga. Maka tidak heran jika dikatakan mayoritas warga Desa Sumurgung bisa membatik. Dari yang tua hingga yang muda, semua bisa membatik.

Namun dalam perkembangannya, kerajinan batik kini semakin ditinggal oleh kawula muda di Desa Sumurgung. Mereka lebih memilih pergi ke kota-kota besar untuk mencari nafkah. Atau, jika tidak ke luar kota, para pemuda kini mulai meninggalkan kegiatan membatik, tapi lebih memilih menjadi buruh pabrik. Hasil dari keringat menjadi buruh pabrik, pegawai negeri, pegawai kantoran, atau usaha lainnya dianggap lebih menguntungkan. Alhasil, kini pembatik di Desa Sumurgung didominasi generasi tua.

BAZNAS bersama Sahabat Pulau menginisiasi program Eco Fashion Community. Program ini bertujuan untuk menerapkan pentingnya aspek lingkungan dan sosial dalam pembuatan produk fashion kain batik oleh kelompok batik di Desa Sumurgung. Melalui program ini, kelompok pembatik diajarkan penggunaan zat warna alam dari tanaman yang ada disekitar lingkungan Desa Sumurgung, sebagai alternatif bahan pewarna yang selama ini digunakan untuk pewarnaan kain batik, mengenali motif asli asal Sumurgung dan diajarkan juga teknik membatik tulis yang halus dan dapat diterima pasaran.

Saat ini, ibu-ibu anggota kelompok sudah mulai bisa membatik tulis dengan cukup baik dengan menggunakan pewarnaan alam. Pada bulan Desember 2018, hasil karya mereka diikutkan pada ajang Ecofashion Week Indonesia di Jakarta dengan mengirimkan sebanyak 25 lembar kain batik dan diperagakan oleh model-model profesional. Hasilnya, sebagian kain batik yang dibawa laris terjual dengan harga 400 ribu rupiah per lembarnya. Beberapa mitra juga tertarik bekerjasama untuk pengembangan dan pemasaran batik Sumurgung ini, salah satunya adalah Danevs Ecofashion yang digawangi oleh Ibu Eva, beliau telah memesan beberapa lembar kain batik kepada kelompok untuk dibuat menjadi outfit. Selain itu Ibu Nurul Fitriliati, salah satu expert di bidang perbatikan telah memesan 2 kain batik ukuran pasmina, 6 kain batik ukuran standar, 2 kain batikĀ  ukuran 2,5 meter, dan 440 kain batik saputangan ukuran 23x23 cm untuk dibawa ke Paris dalam sebuah event fashion.