Siswa-siswi Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin di Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan gladi bersih untuk UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun ajaran 2019/2020 pada Selasa (25/2). Jumlah siswa yang mengikuti gladi bersih sebanyak 36 jiwa dari kelas XII IPA dan IPS yang akan dilaksanakan selama 2 hari.

Kegiatan gladi bersih tersebut dibagi menjadi 2 sesi, yaitu: sesi I mata pelajaran pilihan (AKM dan Angket) yang dimulai pada pukul 07.30-90.30 diikuti oleh 18 orang siswa dan sesi II mata pelajaran pilihan (AKM dan Angket) yang dimulai pada pukul 10.30-12.30 diikuti oleh 18 orang siswa. Kegiatan didampingi oleh salah satu guru, Syahroma dan Tatang Hadi Masudy selaku Kepala Sekolah yang melakukan pemantauan langsung kepada siswa-siswi pada gladi bersih UNBK.

Tatang mengaku bersyukur pada tahun ini siswa-siswanya tidak perlu menyeberang lautan lagi untuk melakukan kegiatan simulasi UNBK.

“Pada tahun 2020 ini, mimpi kami sudah terwujud dimana siswa-siswi tidak lagi menyeberang lautan untuk melakukan kegiatan simulasi dan bisa melaksanakan UNBK secara mandiri, karena sudah tersedianya komputer di sekolah. Alhamdulillah kami ucapkan atas bantuan 11 unit komputer  untuk MA. Hidayatul Mubtadiin dari BAZNAS melalui Lembaga ZCD,” ucapnya.

Komputer disalurkan dalam 2 tahap, yakni sebanyak 6 unit komputer telah disalurkan pada Bulan September 2018 dan 5 unit lainnya disalurkan pada Bulan November 2019. Demi memaksimalkan gladi bersih UNBK ini, pihak sekolah juga telah mempersiapkan 1 unit server, jaringan wifi dan access point dengan kapasitas 20 client. Para guru juga turut berkontribusi dengan meminjamkan 7 unit laptop, sementara itu alumni MA. Hidayatul Mubtadiin Desa Semukut angkatan 1995 juga menyumbangkan 3 unit komputer yang saat ini dalam tahap perakitan dan akan diselesaikan sebelum UNBK dilaksanakan.

Desa Sumukut adalah satu dari 5 desa di Kabupaten Kepulauan Meranti yang menerima manfaat program ZCD. Dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan oleh muzaki diwujudkan dalam program pemberdayaan untuk meningkatkan potensi masyarakat secara komprehensif. Program tersebut meliputi lima bidang, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan dakwah.

Selain bidang pendidikan tersebut, ZCD juga melakukan pemberdayaan dalam bidang dakwah melalui program sanitasi dengan membangun tempat wudhu dan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus). Saat ini, telah dibangun tempat wudhu dan MCK di tiga mushalla yang berada di Desa Semukut, yakni: 1) Masjid Baiturrahman, 2) Mushalla Al-Istiqomah dan 3) Mushalla Al-ikhsan. Hingga saat ini pemanfaatan tempat wudhu dan MCK sudah dirasakan oleh masyarakat Desa Semukut.

Pada bidang ekonomi, Lembaga ZCD menginisiasi pemberdayaan melalui pengolahan sagu yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Karya Maju Desa Semukut dengan jumlah anggota 7 KK mustahik. Adapun produk yang dihasilkan yaitu mie sagu, kerupuk sagu, mie sagu kuning, pacar cina, sagu mutiara dan kue kering. Produk olahan mustahik tersebut telah dipromosikan pada acara Meranti Night Carnaval 2020 yang berlangsung pada 27-30 Januari 2020 lalu.