Bedono merupakan salah satu Desa di kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa Bedono mencakup beberapa Dusun, antara lain: Dusun Bedono, Dusun Mondoliko, Dusun Tonosari, Dusun Pandansari, dan Dusun Morosari. Jumlah penduduk Desa Bedono adalah sekitar 3.343 jiwa dan 971 KK.

Pada mulanya, desa ini merupakan daratan dengan hasil pertanian yang melimpah. "Dulu desa ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Demak," ujar Mbah Fauzan, salah satu tetua di desa itu.

Namun, entah kenapa, sejak sekitar tahun 1996 desa ini tiba - tiba tergenang air laut. Aliran rob laut menerpa seluruh desa ini dan sekitarnya. Akibatnya, pelan tapi pasti, desa ini sebagian besar tenggelam. Banyak rumah - rumah penduduk dan sarana - sarana  desa yang hilang ditelan air laut. Sebagian rumah yang tenggelam masih nampak dibiarkan oleh pemiliknya.

Diantara fenomena tenggelamnya sebagian desa tersebut, ada hal menarik yang perlu dicermati, yaitu fenomena makam Syech Mudzakir. Perlu diketahui bahwa di ujung Desa Bedono terdapat area pemakaman yang cukup luas. Pada saat sebelum terjadinya rob, area makam itu biasa - biasa saja. Tidak ada hal istimewa yg nampak. Namun, ketika rob menerjang dan menenggelamkan desa, ada hal yang membuat terkesima masyarakat. Pasalnya, hampir seluruh makam - makam yang ada hanyut tenggelam, namun ada beberapa makam yang tampak tegar walau diterjang rob. Dan diantara makan yang tegar itu adalah makam Syech Mudzakir dan beberapa keluarganya, termasuk makam istrinya Latifah.

Syech Mudzakir dikenal oleh masyarakat desa tersebut sebagai salah seorang "guru" dan "pejuang". dalam catatan sejarah, Syech Mudzakir merupakan salah satu murid Kyai Sholeh Darat yang juga merupakan guru agama Islam di tanah Jawa. Sebagai Murid, Syech Mudzakir dikenal sebagai guru yang "Milangkori", terutama di wilayah Demak dan sekitarnya.

Kemasyhuran Syech Mudzakir dan fenomena yang melingkupinya sebagai wali menjadikan desa ini menjadi salah satu desa yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai pelosok, baik dari Jawa maupun luar Jawa. "Terutama setiap Sabtu Dan Minggu, rata – rata ada sekitar 30-an bus pariwisata berdatangan untuk beeziarah ke makam Syech Mudzakir dengan latar mangrove dan laut yang sangat indah," demikian ditegaskan oleh Kumaidi, salah seorang Perangkat Desa Morosari. "Jika satu bus rata –  rata  berisi 70 orang (termasuk anak - anak), ada sekitar 2800 orang datang ke desa tersebut," lanjutnya.

Banyaknya pengunjung tersebut, sudah seharusnya memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. Hasil diskusi dengan para Pengurus BUMDesa dan beberapa anggota masyarakat menyatakan bahwa selama ini masyarakat hanya menggelar dagangan dalam bentuk kios - kios dengan menu cepat saji (minuman saset, mie dalam kemasan, dan gorengan - gorengan). Sementara belum ada produk khusus yang ditawarkan masyarakat sini menjadi oleh - oleh para pengunjung. Padahal itu sangat bagus, dan banyak potensi di desa ini yang bisa dikembangkan, terutama bahan baku dari laut seperti: kerang, mangrove, ikan, blayo, dan hasi - hasil laut lainnya.

"Kehadiran BAZNAS melalui Zakat Community Development (ZCD) pada dasarnya sudah membangun dasar - dasar berjalannya produksi hasil - hasil laut, terutama kerang," demikian ditegaskan oleh sahabat ZCD, Abdul Hadi. Namun, lanjutnya, belum ada pengembangan produk pasca panen.

Mencermati kondisi itulah, pada tanggal 6 Oktober 2019, BMFi bersama masyarakat berinisiatif untuk mengembangkan inovasi produk berbahan baku hasil laut, seperti: keripik kerang, bakso kerang, keripik mangrove, kopi mangrove, dan produk - produk lain. Produk - produk itu diharapkan menjadi oleh – oleh  khas Desa Bedono yang bisa ditawarkan kepada masyarakat peziarah maupun masyarakat umum.

Tentu saja skema yang dikembangkan oleh BMFi untuk mengawal program tersebut melalui BMD. "BMFi tahap awal akan melakukan Pembiayaan kepada dua kelompok yang akan mengembangkan produk – produk kelautan tersebut. Pembiayaan dilakukan sesuai mekanisme BMD," kata Aziz selaku kepala BMFi.

#ZakatTumbuhBermanfaat
#BAZNAS
#microfinance
#BAZNASmicrofinance

Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: [email protected]

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id