Pendamping program recovery Palu, Sigi, dan Donggal (Pasigala) BAZNAS Microfinance Desa bersilaturahmi ke Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Senin (26/7). Agenda kunjungan kali ini adalah untuk berdiskusi terkait masalah budi daya pertanian bawang merah.

Pendamping program, Arrizki menjelaskan pada kesempatan ini dia menemui Dr Maemunah, dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang juga pakar di bidang bawang goreng.

Dalam pertemuan itu, tim BMD berkonsultasi tentang teknologi budi daya bawang goreng lembah palu yang dibudidayakan oleh petani mitra mustahik. Tim pendamping juga membicarakan mengenai masalah penentuan waktu tanam.

“Kami mendiskusikan mengenai masalah penentuan waktu tanam bawang goreng, beliau merekomendasikan sebelum melakukan penanaman sebaiknya melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mengetahui waktu hujannya dan waktu panasnya kapan. Hal ini dikarenakan tanaman bawang goreng itu sangat rentan terhadap cuaca,” ucap Arrizki.

Program recovery Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) merupakan program kolaborasi pemberdayaan petani bawang merah BAZNAS Microfinance Desa Sigi bersama PT SMI. Pada pelaksanaan program ini BAZNAS bersama PT SMI menyalurkan modal usaha kepada 40 petani bawang yang berada di Palu dan Donggala. Selain menyalurkan modal usaha, BAZNAS juga melakukan pendampingan usaha kepada penerima manfaat agar usaha yang dijalankan semakin tumbuh, berkembang, dan berkah.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#BMDSigi