Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program BAZNAS Microfinance memberi edukasi terkait tata cara dan pentingnya pengurusan legalitas usaha kepada para pengelola BAZNAS Microfinance Desa (BMD) se-Indonesia, pada agenda rutin tadarus mikro yang diadakan secara daring, Rabu (14/7).

Tadarus mikro ini merupakan agenda sharing sesion rutin BMFi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri para pendamping dan pengelola BMD di seluruh daerah, agar optimal dalam membimbing para mustahik binaan untuk terus berkembang. Selama masa pandemi, agenda ini dilakukan secara daring setiap pekan.

Pemateri pada sharing sesion kali ini adalah Manajer BAZNAS Microfinance Desa Sawojajar, Rr Suci Palasari.

Pada pemaparannya, Suci menyampaikan berbagai langkah yang harus disiapkan dalam mengurus legalitas usaha. Selain itu pada sesi tadarus mikro ini juga dilakukan simulasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Mitra mustahik harus punya NIB dan IUMK karena itu adalah identitas dari usaha yang dimiliki oleh para mitra mustahik seperti orang yang memiliki KTP. Selain itu NIB dan IUMK juga sebagai syarat administratif untuk pembuatan PIRT, merek, halal, dan legalitas lainnya yang menunjang pengembangan usaha," kata Suci.

Para peserta pun sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, terbukti dengan cairnya suasana dan adanya tanya jawab yang tercipta.

Pelatihan ini rutin digelar BAZNAS tiap pekannya, guna mengasah kapabilitas para pendamping, sehingga mustahik binaan dapat terus maju dan berkembang bersama BAZNAS.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#TadarusMikro