Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Microfinance Desa terus berupaya memberdayakan mitra mustahik pelaku usaha mikro. Melalui fasilitasi kemudahan akses permodalan tanpa bunga dan pendampingan, BMD terus berupaya mendorong kemajuan dan kemandirian usaha mitra mustahik pelaku usaha mikro.

Mutiawati (44th) adalah salah satu pelaku usaha mikro penerima manfaat dari BMD Lampaseh Kota di Aceh. Modal usaha yang diterima digunakan untuk menambah bahan baku produksi kelapa gongseng. Mutiawati menjelaskan kini ia mampu menambah kapasitas produksi.

"Dulunya hanya mampu beli kelapa sampai 300-400 butir untuk stok, sekarang bisa membeli 1.000 butir, sehingga kapasitas produksi per hari bisa 200 kelapa, sekitar 25 kg kelapa gongseng jadi," kata Mutiawati.

Mutiawati merupakan mitra mustahik produsen kelapa gongseng. Kelapa gongseng merupakan jajaran bumbu utama masakan khas Aceh yang biasa digunakan untuk membuat masakan khas Aceh seperti kuah beulangong (daging sapi, nangka, pisang) yang harus ada dalam menu kenduri apa saja di Aceh, rendang Aceh, masak gulai merah, masak gulai putih, dan tumis Aceh.

Dijadikannya kelapa gongseng sebagai jajaran bumbu utama, membuat permintaan kelapa gongseng tinggi. Melihat potensi tersebut Tim BMD Lampaseh Kota berencana untuk memfasilitasi pemasaran dan memfasilitasi perolehan bahan baku agar lebih murah dan mudah.

"Rencana kami ke depan beberapa mitra yang usaha kelapa gongseng akan kita petakan pemasarannya, dan kita coba bantu akses menghubungkan dengan produsen bahan baku kelapa untuk menekan biaya kelapa yang sering naik tiba-tiba karena kelangkaan," kata manajer BMD Lampaseh Kota, Annisa.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#BMDLampasehKota