"Sekitar dua tahun terakhir sebelum saya bergabung dengan BAZNAS Microfinance Desa (BMD), penghasilan saya selalu habis untuk membayar utang kepada rentenir," kata Jumini.

Begitulah curahan hati Jumini (47) kepada tim BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Gunungsari ketika menceritakan pengalamannya saat masih terlilit utang rentenir. Jumini adalah seorang pedagang sayur keliling asal Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Kebutuhan yang mendesak dan minimnya akses permodalan bagi pelaku usaha mikro membuat Jumini akhirnya meminjam modal usaha kepada rentenir. Namun pilihan Jumini untuk meminjam kepada rentenir justru menimbulkan masalah baru, pendapatan yang didapat selalu habis untuk membayar utang kepada rentenir lantaran bunga yang dibebankan. Dia pun mengaku kapok berurusan dengan rentenir.

"Usaha menjadi sulit bahkan tidak bisa berkembang karena setiap keuntungan disetor ke rentenir," kata Jumini.

Jumini adalah salah satu mitra BAZNAS Microfinanance Desa Gunungsari sejak 2018. Hadirnya BMD Gunungsari menjadi salah satu solusi bagi Jumini untuk mengatasi masalah sulitnya mengakses permodalan, bahkan dia bersama satu kelompok mitra mustahik pelaku usaha mikro kini juga mulai rutin untuk berinfak.

"Sekarang sudah tidak terbebani bunga lagi, adanya pendampingan dan kajian rutin membuat wawasan keagamaan semakin bertambah, setiap satu bulan kami rutin berinfak dan penghasilan terasa semakin berkah," jelas Jumini saat menceritakan kondisinya setelah lepas dari rentenir.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#BMDGunungsari