Sudah jatuh tertimpa tangga, peribahasa ini dirasa cocok menggambarkan kondisi Hardiningsih (46). Ia merupakan penjual lauk pauk yang mengalami penurunan omzet di masa pandemi.

Bukan hanya mengalami penurunan omzet, ia juga jatuh sakit selama dua bulan sehingga mengharuskannya vakum berjualan.

Hardiningsih merupakan mitra BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Sawojajar. Ibu dari dua orang anak ini mengaku hadirnya BMD bisa membangkitkan usahanya kembali. Modal usaha yang ia terima digunakan untuk membeli kebutuhan usahanya.

"Kini dia bisa memenuhi kebutuhan usahanya lagi, seperti membeli peralatan masak dan bahan-bahan baku, yang paling penting, kini ia bisa berjualan kembali dengan omzet yang terus meningkat," kata Manajer BMD Sawojajar, Suci.

Hardiningsih biasa berjualan mulai pukul 06.00 hingga 07.00. Tak butuh waktu lama, dagangan Hardiningsih dalam satu jam langsung diserbu pelanggannya. Dalam sehari ia bisa memperoleh omzet sebesar Rp650.000.

Selain menjual lauk pauk, Hardiningsih juga menerima pesanan seperti nasi kotak, tumpeng, dan juga ada menu Jumat barokah. Menu Jumat barokah ini nantinya dibeli pelanggannya untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#BMDSawojajar