Keberadaan BMD sebagai program keuangan mikro non profit BAZNAS memberi daya tarik tersendiri dalam rangkaian kunjungan Sokoto State Zakat and Waqf Commission (Sozecom) Nigeria untuk mendalami model pendayagunaan zakat ke BAZNAS. Hal itu terungkap saat rombongan Sozecom Nigeria berkunjung ke kantor salah satu BMD, yaitu BMD Bojong Rangkas-Ciampea, Bogor (Selasa, 23/7/2019). Rombongan Sozecom terdiri atas 11 orang, antara lain: H. E.  Rt. Hon. Aminu Waziri Tambuwal, CFR. (Governor of Sokoto State of Nigeria), H. E. Hakeem Toyin Balogun (Ambassador of the Federal Republic of Nigeria to Indonesia), Alh. Saidu Umar, Alh. Muhammad Lawal Maidoki, Prof. Bashir Garba, Hon. Abdulssamad Dasuki, Dr. Balarabe Shehu Kakale, Mr. Mohammed Aminu Musa, Mr. Abubabakar Yusuf Ibrahim, Mr. Usman Isa Mohammed, dan Mrs. Beatrice Archibong (Minister/ Embassy of Nigeria). Di Kantor BMD, rombongan Sozecom diterima oleh Randi Swandaru (Kepala Divisi Pendayagunaan), Noor Aziz (Direktur Baznas Microfinance) dan team serta para pengelola BMD. Turut hadir juga Direktur Pusat Kajian Strategis (PUSKAS-BAZNAS), Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D.

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS Randi Swandaru memaparkan bahwa microfinance BAZNAS didesain sebagai lembaga keuangan mikro non profit dengan sumber pendanaan hybrid, yaitu Zakat dan Infaq. Zakat diberikan sebagai sumber pendanaan untuk memperkuat sarana/alat produksi, sementara infaq diberikan sebagai modal kerja dan bergulir. “Jadi, dana infaq digunakan untuk pembiayaan modal kerja yang harus dikembalikan. Adapun akadnya adalah Qardh,”demikian ditegaskan oleh Kepala Divisi Pendayagunaan.


Lebih lanjut, Randi menjelaskan, BMD Bojong Rangkas yang berdiri sejak 27 Juli 2018 ini misalnya, per Juli 2019 telah memberikan pembiayaan kepada 334 pelaku usaha mikro dengan jumlah pembiayaan : 668.000.000 (Infaq) dan 164.000.000 (zakat). Sektor yang dibiayai juga beragam, antara lain : sektor produksi (industri rumah tangga), perdagangan, maupuan jasa. Sektor perdagangan merupakan sektor yang paling banyak dibiayai melalui BMD ini. Dalam paparan tersebut, tidak lupa Kepala Divisi Pendayagunaan menunjukkan beberapa success story dari beberapa mitra BMD Bojong Rangkas.  

Dr. Balarabe Shehu Kakale, salah seorang anggota rombongan Sozecom, bertanya: “Adakah jaminan ataupun asuransi atas pinjaman dana bergulir tersebut?”


Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Divisi menjelaskan bahwa tidak ada jaminan fisik ataupun material atas pembiayaan yang diberikan kepada para pelaku usaha mikro. BMD hanya menerapkan model kelompok sebagai jaminan sosial; yaitu, bahwa pembiayaan kepada pelaku usaha mikro dilakukan secara berkelompok dan masing-masing anggota kelompok harus saling membantu jika ada salah satu anggota kelompok mengalami kesulitan dalam pengembalian dana.

“Sejauh ini, bagaimana tingkat pengembalian mereka?,” tanya anggota rombongan Sozecom yang lain.  Terkait hal ini, Noor Aziz menjelaskan, bahwa secara umum tingkat pengembalian mereka mayoritas lancar. Namun, harus diakui terdapat beberapa kelompok yang mengalami kesulitan dalam pengembalian, dan itu tidak lebih dari 10% dari total pembiayaan yang diberikan.  Dan dari mereka yang kesulitan dalam mengembalikan tersebut, kondisinya beragam, dan belum sampai pada tingkatan macet. Mereka sebagian besar hanya mengalami keterlambatan dalam membayar yang tidak lebih dari 6 minggu. “Kita menerapkan angsuran dana bergulir itu mingguan. Dan kriteria macet kita berikan ketika seseorang tidak membayar selama lebih dari 8 minggu secara berturut-turut,” demikian tegas Aziz.  


Lebih lanjut, Aziz menambahkan, bahwa selain model berkelompok sebagaimana telah disampaikan oleh pak Kepala Divisi diatas, untuk menjamin penggunaan dana supaya bisa produktif, BMD juga melakukan pendampingan dan pembinaan. “Setiap hari BMD memiliki jadwal pendampingan dan pembinaan ke kelompok-kelompok yang telah dibiayai. Pembinaan dilakukan, baik terkait manajemen usaha maupun manajemen keuangan. Kita berusaha untuk terus mendampingi dan membina para pelaku usaha mikro sehingga mereka dapat terbuka akses pemasaran dan juga memiliki kemampuan untuk menyusun laporan keuangan atas usaha mereka,” tegas Aziz.  

Dalam hal pendampingan dan pembinaan, selain dilakukan kunjungan secara langsung ke lokasi usaha mitra, juga dilakukan pelatihan dan workshop bagi pengembangan usaha. “Kita punya modul Micro Enterprenurship Training mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut yang kita harapkan dapat menjadi panduan bagi pengembangan usaha mitra BMD. Begitu pula, kita melakukan advokasi dengan cara mempertemukan para pemangku kepentingan dengan para pelaku usaha mikro sehingga keberadaan usaha mereka dan juga produk-produknya memiliki legalitas untuk bersaing di pasar,” kata Aziz.

Setelah diskusi panjang, Alh. Muhammad Lawal Maidoki mengungkapkan untuk memperdalam lebih jauh tentang Microfinance BAZNAS dengan meminta beberapa formulir yang digunakan dalam operasional BMD. Kepala Divisi Pendayagunaan menyerahkan formulir-formulir yang diminta dan sekaligus profil BAZNAS Microfinance serta katalog program BAZNAS Microfinance yang berisi tentang keberadaan BMD di beberapa wilayah yang telah diinisiasi.

#ZakatTumbuhBermanfaat
#BAZNAS
#microfinance
#BAZNASmicrofinance

 

Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: [email protected]

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id