Ani Suparti (57) adalah pedagang kue Ali yang sudah memulai usaha sejak tahun 2010. Ibu Ani Saat ini ini tinggal di Kampung Patambran Rt 03/03 Desa  Semplak Barat, Kecamatan Kemang,  Kabupaten Bogor bersama suami  dan 3 orang anaknya

Kue Ali atau biasa dikenal dengan sebutan kue Cincin adalah salah satu jajanan tradisional khas Betawi yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula pasir dan gula merah. “Kalau di kampung namanya kue cincin, Prosesnya beras direndam selama 4 jam, kemudian di giling untuk dijadikan tepung, setelah menjadi tepung semua bahan di campur dan dicetak bulat, lalu di goring”, jelas ibu Ani.

Ani  biasa menjual kue Ali ke toko kue Pasar Kapuk Atang Sandjaja.  Meski proses pembuatannya memerlukan waktu cukup lumayan,  harga satuan untuk kue cicin buatannya sangat terjangkau. Hanya dengan Rp. 8000,-  kita bisa mencicipi lezatnya kue cincin khas ibu Ani. "Biasanya udah dibungkus di plastik yang isinya 10 kue, harganya Rp. 8.000/plastik,” ungkap ibu Ani.

Ibu Ani merupakan salah satu mitra BMD Bojong Rangkas  penerima manfaat pembiayaan pada bulan Mei lalu. Ia mendapatkan informasi mengenai BMD dari anak pertamanya. Pembiayaan yang Ia dapatkan Ia gunakan untuk meningkatkan peroduksi kue cincin. “Bantuan pinjaman dari BAZNAS saya berusaha untuk bisa meningkatkan produksi Saya. Sekarang ini saya sudah bisa produksi rata – rata  per hari 100 kue, sebelumnya Saya hanya produksi 60an kue. Dari 100 kue tersebut, rata -rata bisa habis dalam sehari, sehingga omset saya sehari rata – rata sebesar Rp 80.000”. Ungkap Ibu Ani