Dia adalah Ibu Suparmi (43 th), seorang pedagang jajanan pasar yang setiap harinya menjajakan dagangannya di sudut jalan pertigaan Desa Kotesan. Ia biasa menggelar dagangannya sejak subuh hingga sekitar jam sembilan. Tempat tinggal ibu dengan dua anak itu di Dusun Dukuh, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Sepeninggal suaminya 21 tahun lalu, tak mudah jalan yang ia tempuh untuk berjuang menghidupi kedua anaknya. Awalnya ia adalah buruh pabrik di wilayah Klaten. Setiap hari ia berangkat ke tempat kerjanya dengan mengendarai sepeda motor. Namun pada suatu hari, ia mengalami kecelakaan motor yang membuat kakinya lemah untuk waktu yang lama. Praktis, ia tidak bisa lagi melanjutkan pekerjaannya sebagai buruh di pabrik. ”Sejak kaki saya sudah tidak kuat lagi berdiri dalam waktu lama saya keluar dari pabrik,” cerita Ibu Suparmi.


Keadaan lantas tak membuat ibu Suparmi menjadi patah arang. Tiga tahun lalu dengan bantuan dan dukungan seorang temannya, Ibu Suparmi memutuskan memberanikan diri untuk memulai usaha jajanan pasar. Awalnya tak mudah usaha seorang Ibu Suparmi untuk mendapatkan barang dagangannya, perjuangannya dari subuh kadang tidak membuahkan hasil. Tak jarang para pemasok enggan menitipkan barang dagangannya kepada Ibu Suparmi bahkan tiga bulan tidak ada pemasukan pun pernah dialami Ibu Suparmi. “Awalnya saya hanya dititipi lima biji - lima biji, kadang tidak laku, jadi saya beli sendiri untuk dibagi- bagi ke yang mau,” kenang Ibu Suparmi saat memulai usahanya. Doa yang tak henti ia terus panjatkan; semangat kerja keras, dan rasa cinta yang tulus kepada kedua orang anaknya membuat Ibu Suparmi tak pernah berhenti berjuang untuk mengembangkan usahanya. Alhasil, kini usahanya mulai berkembang. “Alhamdulillah, sekarang saya sudah ada pelanggan, bisa membetulkan warung, beli meja. Dulu cuma pake terpal, sekarang udah pake seng, dulu spanduk sobek-sobek masih dipakai, sekarang tidak,” ungkap Ibu Suparmi sembari mengembangkan senyum ramahnya.


Tahun 2018 lalu, melalui BPRS Margirizki sebagai lembaga mitra di Yogyakarta, BAZNAS Microfinance (BMFi) hadir untuk menemani Ibu Suparmi dalam mengembangkan usahanya melalui penguatan permodalan. “Bantuan modal BAZNAS yang telah saya terima, terutama saya gunakan untuk penambahan barang dagangan; dan juga mengganti tempat dagangan yang sudah kurang layak.”


#ZakatTumbuhBermanfaat
#BAZNAS
#microfinance
#BAZNASmicrofinance