Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan soal jual beli ternak dalam Islam, melalui BAZNAS Class Online Farming Batch 15 yang dihelat secara daring melalui Zoom Meeting, pada Selasa (4/5). Pelatihan ini menghadirkan Kepala Mualaf Center BAZNAS, Ust. Salahuddin El Ayyubi, Lc., MA.

Sebanyak 60 peserta tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Dalam paparannya Ustaz Salahuddin menyampaikan terkait halal dan haram jual beli dalam usaha peternakan. Usaha peternakan pada akhirnya akan berujung pada jual beli baik itu ternak maupun hasil produk peternakan. Banyak hal yang selama ini diabaikan dalam penjualan hasil peternakan sehingga sebagai peternak perlu memahami fiqih terkait muamalah ini.

Pada awal pemateri menyampaikan bahwa jual beli merupakan salah satu cara mendapatkan rezeki dengan menukar barang dengan barang atau menukar uang dengan barang dengan jalan melepaskan kepemilikan dari satu kepada yang lain atas saling merelakan. Dalam prakteknya ada beberapa poin yang harus diperhatikan dan dihindari dalam jual beli ini yaitu tanpa melakukan akad, memakai akad namun tidak jelas, menambahkan kezaliman, usaha maksiat, mempermainkan harga dengan cara yang tidak baik, jual beli najis, tidak sesuai ijab qabul, dan menjual hal yang riba.

Dalam praktek jual beli pada dunia peternakan pemateri juga mengulas tentang kebingungan peternak yang terjadi saat ini seperti yang pertama pada hukum menjual pupuk tinja, pendapat ulama terbagi menjadi 2 yaitu perbuatan itu diharamkan karena hukumnya tercemar najis dan harus dibersihkan dengan pupuk dan air bersih selama beberapa waktu tapi juga ada pendapat yang menyatakan dibolehkan dan hasil tanaman tersebut halal.

Selanjutnya tentang penjualan pupuk kandang dan kulit hewan kurban, jika yang dijual adalah kotoran ternak dan air kencing merupakan najis sehingga tidak boleh diperjual belikan. Tapi bisa diperjual belikan asalkan zatnya sudah berubah melalui proses seperti kompos organic. Sedangkan pada penjualan kulit hewan kurban tidak diperbolehkan menurut hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, namun ada fatwa ulama yang memperbolehkan asal bukan untuk bisnis tapi untuk kepentingan umat dan jamaah.

Terakhir, penjualan bangkai ternak juga diharamkan oleh ulama. Defenisi bangkai disini yaitu mati tanpa diputuskan saluran pernafasan, hewan yang disembelih tanpa ‘menyebut nama Allah’, hewan yang disembelih oleh non muslim, dan anggota tubuh hewan yang dipotong saat hewan masih hidup.

“Ulama sepakat mengharamkan jual beli bangkai termasuk seluruh tubuhnya kecuali bulu, tanduk, kuku, dan kulit yang telah disamak”, ujar Ustaz Salahuddin.

Sebagai penutup, Ustaz Salahuddin menyampaikan bahwa sesuatu menjadi haram dapat ditentukan dari zat bahan penyusunnya dan cara mendapatkannya (akad).

#BalaiTernakBAZNAS
#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
#LPPMBAZNAS
#GerakanCintaZakat