Balai Ternak BAZNAS Bekasi pada tahun 2021 ini memasuki fase terakhir pengembangan program dan akan memasuki fase kemandirian program. Program Balai Ternak ini yang telah dijalankan merupakan bagian dari pendayagunaan Zakat. Dalam upaya menangkap pengembangan yang dicapai oleh mustahik dengan adanya program pendayagunaan ini diperlukan adanya proses pengukuran melalui Indeks Pendayagunaan Zakat (IPZ). Melalui pengukuran IPZ ini diharapkan dapat tergambarkan apakah program yang dijalankan sudah berdampak atau belum.

Pengukuran Indeks Pendayagunaan Zakat telah dilaksanakan pada 31 Maret hingga 1 April 2021 yang dilakukan melalui proses wawancara dan kunjungan langsung ke kelompok serta melihat data perkembangan program. Ada lima aspek yang diukur pada pengukuran IPZ ini yaitu aspek sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan dakwah. Hasil pengukuran IPZ ini akan menjadi dasar langkah intervensi program pada tahap selanjutnya di Balai Ternak BAZNAS Bekasi.

Dari hasil pengukuran IPZ yang telah dilakukan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara kuantitatif dalam program yang telah dilaksanakan dan dapat dijadikan pertimbangan untuk exit program. Exit program dilakukan ketika nilai IPZ telah menyentuh sekurang-kurangnya 0,90.

Selain melakukan pengukuran IPZ ini sebagai salah satu persiapan exit program, Balai Ternak BAZNAS Bekasi juga telah mempersiapkan kelembagaan lokasi berupa koperasi yang menaungi mustahik Balai Ternak BAZNAS Bekasi. Koperasi ini sebagai lembaga utama untuk mengembangkan sektor usaha peternak mustahik. Sektor usaha tersebut dapat berupa penjualan ternak hidup, aqiqah, budidaya ikan, dan potensi-potensi usaha lainnya. Rencana pengembangan usaha koperasi akan merintis usaha berupa fried chicken.

#BalaiTernakBAZNAS
#IntegratedFarming
#LembagaPemberdayaanPeternakMustahik
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
#GerakanCinta Zakat