Kelompok Peternak Sapi Merapi Berkah binaan Balai Ternak BAZNAS Sleman melakukan pemeriksaan kesehatan pada sapi perah melalui metode RBT (Rose Bengal Test), Senin (11/1). Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dalam upaya mengurangi risiko penyakit Brucellosis pada ternak sapi perah yang baru dibeli dari luar wilayah.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan ini, Balai Ternak Sleman melibatkan pihak terkait untuk melakukan pengambilan darah, yakni Poskeswan Cangkringan yang bekerja sama dengan BBVet Wates, Yogyakarta.

 

Metode RBT ini digunakan untuk mengetahui kondisi sapi perah atau hewan ternak lain mengalami gangguan pada sistem reproduksinya atau tidak. Metode ini menggunakan sampel darah pada ternak untuk melihat potensi seekor sapi terjangkit bakteri genus brucella.

Brucellosis merupakan penyakit menular pada ternak yang bisa menimbulkan efek berupa abortus(keguguran), sterilitas, infertilitas, kematian anak dan lahir lemah. Oleh karena itu jika hewan ternak terbukti positif terjangkit Brucellosis, maka harus dikarantina dan diberikan pengobatan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan jika diperlukan dan terjadi wabah di suatu wilayah.

Pendamping program Balai Ternak Sleman Taufik Mawaddani, menyampaikan bahwa dengan adanya pemeriksaan RBT pada tahapan pengadaan ternak baru, diharapkan hewan ternak yang dipelihara bebas dari penyakit menular berbahaya.

“Ke depan kami berusaha untuk memberikan gambaran bahwa uji kesehatan seperti ini bisa menjadi poin positif dan nilai lebih bagi para peternak agak hewan ternak yang dipelihara lebih bagus, berkembang dan memberikan manfaat bagi pemiliknya," ujar Taufik Mawaddani

#SemestaKebajikanZakat
#LekasPulihIndonesia