Kehadiran program Mustahik Pengusaha BAZNAS di Yayasan Darul Aytam At-Taqwa, merupakan berkah tersendiri bagi penyandang disabilitas di sekitar Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Rasa syukur diungkapkan oleh penerima manfaat pada kegiatan Launching Program Mustahik Pengusaha kelompok usaha konveksi yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 18 Oktober 2019. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bekasi, Direktur Darul Aytam At-Taqwa, Ketua At-Taqwa Industri, Kepala Desa Babelan Kota dan penerima manfaat program Mustahik Pengusaha BAZNAS.

Alhamdulillah, bantuan berupa mesin jahit dari Muzakki BAZNAS akan digunakan untuk keberlangsungan usaha kami, karena saat ini kami masih berstatus sebagai pekerja. Harapannya kami bisa lebih mandiri dan menjadi pengusaha karena sudah memiliki mesin jahit sendiri sehingga kedepan bisa menjadi mitra di Darul Aytam At-Taqwa,” ujar Ibu Yuli (50 tahun) (18/10) salah satu penerima manfaat sekaligus ketua kelompok.

 

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 12 mesin jahit diberikan kepada para penerima manfaat yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas. Mesin jahit tersebut secara spesifikasi telah disesuaikan dengan kebutuhkan penyandang disabilitas. Total penerima manfaat program ini sebanyak 15 orang dengan kategori usaha konveksi sebanyak 12 orang, usaha peternakan bebek satu orang, perdagangan sarana produksi pertanian satu orang, dan jasa sablon satu orang.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Ajat Sudarjat, memberikan motivasi usaha. “Kedepan kelompok binaan harus bisa mandiri secara kelembagaan, ekonomi dan spiritual. Disamping itu diharapkan, para penerima manfaat bisa naik level dari mustahik menjadi munfiq, dan muzzaki. Agar program ini berkelanjutan, akan dilakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun. Pendamping program Mustahik Pengusaha akan terus memantau bagaimana proses perkembangan usaha dari setiap penerima manfaat di kelompok tersebut, sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan secara berkelanjutan” (18/10).

 

 

Terkait