Pelaku usaha kopi sepeda binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS melakukan perpindahan lokasi usaha, sebagai upaya meningkatkan pemasukan kopi sepeda yang beberapa pekan ini mengalami penurunan akibat PPKM.

Nawawi (30) pelaku usaha kopi sepeda binaan BAZNAS mengungkapkan kini dirinya menjual kopi sepeda di depan Pasar Impress Senen. Ia menilai lokasi tersebut terdapat banyak penjual sayur dan berpotensi meningkatkan pendapatan usaha.

"Sudah seminggu ini saya pindah lokasi di Pasar Inpress Senen yang masih banyak aktivitas penjualan sayur mayur untuk kulakan. Karena di tempat sebelumnya sedang sepi, pembeli baju seken impornya sedang berkurang sehingga berdampak juga pada pembeli kopi," ujar Nawawi.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada tempat baru, lumayan strategis karena adanya di antara Stasiun Senen dan Pasar Inpress Senen. Untuk omzet sendiri kini sekitar 150-300 ribu rupiah pe rhari lumayan meningkat daripada sebelumnya," lanjut Nawawi.

Pendamping program BAZNAS, Kevin mengungkapkan bahwa intervensi relokasi usaha menjadi jalan keluar untuk Nawawi setelah tempat usaha sebelumnya sudah tidak ramai.

"Alhamdulillah kini usaha kopi sepeda mas Nawawi berangsur membaik di lokasi baru, setelah di lokasi sebelumnya terus mengalami penurunan padahal di bulan Ramadhan lalu menghasilkan omzet 20 juta rupiah selama sebulan. Cepat beradaptasi dengan perubahan, menjadi poin intervensi yang pendamping sampaikan kepada mustahik baik dalam bentuk relokasi, perbanyak produk, penguatan higenitas, perluasan saluran pemasaran dan sebagainya," ujar Kevin

Pemilihan Lokasi yang bagus untuk menjual produk adalah tempat yang strategis di mana konsumen dapat menjangkau tempat usaha dengan mudah dan aman.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#BAZNAS
#LPEM
#MustahikPengusaha