Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) terus mendampingi pelaku UMKM Zmart binaan selama pandemi Covid-19, baik secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan atau secara online lewat berbagai pelatihan.

Seperti yang dilakukan oleh pendamping program Zmart, Ibnu Sufyan terhadap saudagar Zmart, Wawan Hendiawan (54) di Kampung Cikamuning, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang kini mampu menstabilkan omzet usaha warung Zmart berkat optimalisasi produk fast moving.

Peran pendamping program sangatlah penting bagi saudagar Zmart, selain sebagai pelatih kewirausahaan, pendamping juga sebagai pengingat bagi seluruh saudagar Zmart untuk terus menerapkan teknik usaha yang telah diajarkan.

Wawan mengungkapkan, menjaga permodalan usaha sangat penting agar kondisi warung bisa tetap stabil, terlebih di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat seperti sekarang yang tentunya akan berdampak pada kestabilan omzet harian usaha.

"Salah satu cara yang saya lakukan agar omzet usaha stabil yaitu dengan menyediakan stok lebih barang yang sangat laku terjual di masa sekarang, seperti susu kaleng kemasan beard brand dan minuman yang mengandung vitamin C, yang mana saat ini keberadaannya sangat dicari oleh konsumen meskipun stok barang di pasar cukup langka," ujar Wawan.

Untuk omzet harian bisa kembali stabil bahkan naik dengan rata-rata Rp824.500 per hari. Hal ini lantaran dia mampu menjaga stok barang dengan baik juga dengan penambahan layanan Payment Point Online Bank (PPOB) yang sudah cukup bagus transaksinya.

Selain itu juga pendamping program BAZNAS akan senantiasa mengingatkan seluruh saudagar Zmart agar tetap menjaga protokol kesehatan dan perbanyak ibadah serta doa agar pandemi ini bisa segera teratasi.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LPEMBAZNAS
#Zmart