Salah satu anggota petani kelompok Cahaya Tani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Faoji Rohman, melakukan perawatan budi daya padi organik berjenis mekongga di lahan seluas 1000 meter persegi, dengan menggunakan pupuk organik buatan.

Petani yang berasal dari Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, mengungkapkan bahwa saat ini padi organik miliknya telah berusia 28 HST (Hari Setelah Tanam) dan tengah dilakukan perawatan menggunakan pupuk organik cair (nabati) dan pupuk kompos.

Perawatan padi organik sangatlah penting, mengingat ini merupakan perawatan tahap kedua dalam penyiangan (kegiatan pencabutan gulma di sekitar tanaman) untuk menghadapi perubahan pertumbuhan tanaman guna menunjang kualitas dan kuantitas pada fase berikutnya yaitu generatif atau masa pembuahan.

"Alhamdulllah saat ini saya sudah terbiasa dalam penggunaan pupuk kompos yang saya hasilkan dari limbah kotoran sapi, limbah rumah tangga, dan limbah pasar," ujar Faoji.

Dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman pada musim lalu, Faoji menilai musim ini jauh lebih baik. Dia berharap yang dihasilkan lebih baik sehingga anggota dan petani sekitar dapat turut menggunakan pupuk organik buatan, karena dengan metode ini bisa lebih hemat dalam biaya perawatan.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayaran Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#BAZNAS
#LPEM
#lumbungpangan