Jakarta (29/8), tim Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS melakukan supervisi kepada ibu Latif, mustahik penerima manfaat program Mustahik Pengusaha di daerah Tubagus, Angke, Jakarta Utara. Saat dijumpai oleh tim LPEM BAZNAS, Bu Latif terlihat sedang sibuk meracik kopi pesanan pelanggan yang sudah menunggu di meja. Gerobak Kopi Kampung yang diberikan oleh BAZNAS terlihat semakin menarik dengan berbagai macam produk hasil pengembangan usaha seperti aneka minuman, Roti dan Kue, dan makanan ringan lain.

‌Sambil tersenyum rekah dan mata yang berkaca-berkaca, Bu Latif berterimakasih atas dana zakat yang disalurkan muzaki kepada BAZNAS, dirinya dapat difasilitasi gerobak kopi untuk penunjang usahanya, "Alhamdulillah Mas, dengan adanya gerobak ini memudahkan saya untuk mengembangkan usaha, konsumen juga meningkat". Selain itu Bu Latif menuturkan bahwa ia biasa menjual kopi dari jam 11 pagi hingga 12 malam, dilakukan bergantian dengan suaminya. Bu Latif pun menjelaskan bahwa omset perhari yang didapatkan bisa mencapai kisaran 300-500 ribu rupiah. "Biasanya saya bisa menjual 20 gelas, Pak. Tetapi kalau sedang ramai bisa mencapai 40 gelas terjual." Tambahnya.

 

Selain mendapatkan bantuan berupa peralatan, BAZNAS juga memberikan pelatihan barista kepada Ibu Latif dan mustahik lainnya guna melatih kemampuan mereka dalam meracik kopi dengan teknik-teknik yang belum diketahui seperti teknik v60 brewing, dripping, french pressing, dsb. Walaupun konsep yang diterapkan adalah kopi kekinian, namun harga yang ditawarkan masih relatif terjangkau untuk semua kalangan. Kedepannya pendampingan akan terus dilakukan guna memantau perkembangan dari usaha Kopi Kampung ini.