Aziz adalah seorang Mustahik berumur 45 Tahun yang mengais rezeki mulai dari pagi hingga terbenamnya matahari dengan menjadi penjahit. Berbekal pengalaman pada pekerjaan sebelumnya sebagai buruh pabrik tekstil, Pak Aziz memiliki kemampuan dalam membuat pakaian dari berbagai macam kain dan menyulapnya menjadi Baju, Celana, dsb. Namun sejak di-PHK dari tempatnya bekerja membuatnya menjadi pejuang yang ditempa dengan segala medan kehidupan sejak tahun 2015. Beban hidup yang sulit tidak menjadikan Aziz patah semangat dalam membiayai kehidupan Istri dan ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah, apalagi ditambah anak pertamanya yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke bangku kuliah akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Bermodal pengalamannya di pabrik tekstil, Azis merantau ke Jakarta dan merambah medan juang kehidupan dengan menyewa gerobak dan mesin jahit kayuh seharga Rp 10.000 per hari. Keuntungan dari menjahit setiap harinya Ia kumpulkan dan digunakan untuk membeli mesin jahit bekas serta biaya kehidupan sehari-hari, kondisi perekonomian keluarganya pun perlahan mulai membaik.

Pinggiran Gang Mede, Jl. Kampung Rawa, Jakarta Pusat, adalah tempat Azis biasa melayani pelanggan yang membutuhkan jasanya. Pendamping Program menawarkan Azis untuk menjadi Mustahik untuk menerima zakat dari Muzakki sebagai modal usaha yang dapat digunakan untuk mengembagkan usahanya, setelah menerima bantuan modal usaha, Aziz dapat membeli bahan vermak jahitan lebih banyak dan menaikkan omset perhari saat ini menjadi Rp 150.000 - Rp 200.000 perhari. Pendamping Program akan terus mendampingi dan memonitor perkembangan usaha Aziz kedepannya, dan berusaha untuk memberikan solusi apabila terdapat kendala yang Aziz temui, diharapkan akan semakin banyak Mustahik seperti Aziz yang terbantu berkat bantuan Zakat dari para Muzakki.

 

#MustahikPengusaha

Terkait