Dimulainya penerapan "New Normal" di Jakarta, membuat semua lini usaha bergegas bangkit. Momentum ini turut diambil BAZNAS untuk meningkatkan motivasi usaha terhadap Tukang Sol Keliling yang sangat terdampak usahanya di tengah Pandemi Covid-19 ini.

Seperti salah satu tukang sol binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Banu (28), saat dijumpai pendamping Mustahik Pengusaha Kevin Arthur Herivo, Senin (22/6/2020). Ia mengeluhkan saat ini banyak wilayah yang biasa tempat mereka berkeliling aksesnya masih ditutup, hingga akhirnya ia terpakasa mangkal di pinggir jalan, berharap ada penggunaan jalan mampir mnggunakan jasanya.

"Saat ini diwilayah tempat saya biasa berkeliling masih ditutup aksesnya, karena banyaknya warga yang terjangkit pandemi, mau gak mau saya mangkal di pinggir jalan, hanya saja agak sepi," ujar Banu.

Merespon hal ini, pendamping BAZNAS, Kevin melakukan intervensi salah satunya dengan mengedukasi mustahik untuk melayani jemput bola. Seperti membuat nomer kontak center whatsapp untuk penerimaan request warga yang ingin sol sepatu. Jadi warga hanya perlu whatsapp kemudian akan disampaikan kepada anggota tukang sol yang terdekat.

Selain itu Kevin menyarankan agar selalu menggunakan masker sebagai protokol pencegahan Covid-19 dalam setiap berkomunikasi dengan pelanggan penerima jasa sol sepatu.

"Dengan adanya pandemi Covid-19, menuntut seluruh lini usaha untuk beradaptasi dengan teknologi agar usaha tersebut mampu bertahan di masa ini. Tukang Sol Sepatu menjadi yang paling terdampak saat ini, diharapkan mampu berinovasi agar mamph bertahan pandemi ini" Ujar Kevin

Sejak merebaknya Covid-19 di Indonesia, BAZNAS hadir dalam mendampingi pekerja informal yang terdampak pandemi melalui program mustahik pengusaha, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal usaha namun juga mendampingi dalam aspek ekonomi, sosial, maupun spiritual.

#BAZNAS
#LPEM
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat
#LekasPulihIndonesia

Terkait