Salah satu mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di wilayah Cipinang Kebembem, Kota Jakarta Timur, Suyatmi, yang berprofesi sebagai penjual jamu, menjadikan Pandemi Covid-19 ini sebagai ajakan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, slaah satunya jamu.

Produk jamu Suyatmi mulai dilirik dan diminiati oleh masyarakat karena khasiat dan manfaat jamu yang baik bagi tubuh. Sehari-hari Suyatmi berkeliling di daerah Cipinang Kebembem menjajakan jamunya.

Pendampingan yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Ekonom Mustahik (LPEM) BAZNAS mendorong perubahan terhadap cara penyajian produk jamu Suyatmi, dari sebelumnya menggunakan kemasan plastik, kini mulai menggunakan kemasan botol kaca dan botol plastik dengan memberikan merk "Jamu Ibu Emi" sehingga tampilan lebih baik dan juga memenuhi permintaan konsumen dengan berbagai ukuran kemasan produk jamu.

Inovasi tiada henti dilakukan, sekarang Jamu Ibu Emi memberikan sentuhan millenial dan kekinian pada produk jamu yang dijajakan. Produk jamu yang ditawarkan mulai beragam, mulai dari jamu dengan berbagai rasa buah dan aneka toping seperti tambahan cincau dan cendol didalamnya serta penyajian jamu dalam keadaan dingin dan hangat. Cara minum jamu yang unik ini menjadi primadona khususnya dikalangan milenial dan masyarakat umum karena berbeda dengan kebiasaan.

LPEM BAZNAS melalui pendampingan kepada para mustahik pengusaha terus mendorong perubahan dan inovasi produk serta cara berusaha sehingga para mustahik pengusaha selalu selangkah lebih maju dan memberikan produk berkualitas dengan citarasa terbaik.


#BAZNAS
#LpemBaznas
#MustahikPengusaha
#LekasPulihIndonesia
#SemestaKebajikanZakat