Petani binaan BAZNAS lakukan pengiriman terakhir beras zakat fitrah sejumlah 750 karung atau setara dengan 3.750 kg beras ke 3 titik di wilayah Sukabumi, Sabtu (16/5/2020) . Distribusi beras tersebut dilakukan oleh petani binaan BAZNAS dari wilayah Sukabumi setelah sebelumnya telah berhasil melakukan distribusi hingga ke Kabupaten Pangandaran. beras tersebut merupakan hasil produksi mandiri dari petani binaan. Pengiriman disambut langsung oleh penanggung jawab lokasi yang selanjutnya didistribusikan ke masing-masing penerima manfaat.

Pengiriman tersebut juga menandakan genap 400.000 kg beras telah tersalurkan ke 212 titik penyaluran yang berada di 39 kota dan kabupaten di seluruh wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Sebanyak 80.000 kepala keluarga dari berebagai wilayah menjadi penerima manfaat beras zakat fitrah tersebut yang diproduksi oleh petani binaan. Pelaksanaan ditribusi ini telah dimulai sejak tanggal 2 Ramadhan 1441 H atau bertepatan dengan tanggal 25 April 2020.

Dalam pengadaan dan ditribusi zakat fitrah pada tahun ini, BAZNAS melibatkan petani binaan sebagai mitra penyedia beras. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan lingkaran manfaat yang lebih luas dari zakat fitrah bagi mustahik dari hulu hingga ke hilir. BAZNAS melibatkan petani binaan LPEM BAZNAS pada program Lumbung Pangan yang terbagi di tiga wilayah yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Serang. Sebanyak 158 petani binaan terlibat secara langsung maupun tidak langsung pada kegiatan di hulu.

Kegiatan ini juga dinilai cukup padat karya karena melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan produksinya sehingga dapat menjadi alternatif sumber pendapatan di tengah wabah Covid-19. Kegiatan tersebut meliputi pembelian gabah dari petani, kegiatan penggilingan beras, pengemasan, hingga pengiriman ke titik distribusi.

Kegiatan ini juga sebagai sarana belajar petani dalam melakukan agribisnis beras dengan didampingi langsung oleh pendamping dari BAZNAS. Harapannya petani binaan menjadi lebih paham pada setiap aspek kegiatan agribisnis beras dan dapat mengaplikasikannya di kemudian hari. selain itu, kegiatan ini melatih petani untuk memiliki jiwa sosial salah satunya dengan membeli gabah dari petani non binaan dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasaran.

Di tengah masa panen raya tentu menyebabkan harga gabah di pasaran berada di titik terendah, juga adanya wabah juga mempengaruhi harga gabah secara tidak langsung. Sehingga pembelian gabah dengan harga tinggi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani di masa sulit ini.

#BAZNAS
#LpemBaznas
#ZakatFitrah
#SemestaKebajikanZakat