Petani kelompok Sari Alam Sukabumi, Pak Eros telah melakukan kegiatan panen padi organik selama dua hari, Selasai (27/11) dan Rabu (28/11). Kegiatan panen ini telah memasuki musim tanam kedua sejak dilakukan pendampingan dan binaan dari LPEM BAZNAS untuk menerapkan pertanian organik. Pengelolaan padi organik yang diterapkan oleh Pak Eros dengan metode SRI ini ditanam dengan jarak 25 x 25 cm dan menggunakan varietas benih padi Sintanur dan Mekongga. Adapun kondisi saat masuk masa panen usia 100 HST, anakan produktif sebanyak 48 dengan tinggi tanaman 90-100 cm.

Tenaga Ahli pertanian LPEM BAZNAS, Erik Mulyana menjelaskan total produktivitas hasil panen rata-rata pada lahan petani Sari Alama sebesar 7,2 ton GKP/ha. Berdasarkan data pencatatan, total panen ini meningkat 30% dari musin tanam pertama.

"Peningkatan ini tentunya dibantu dengan aplikasi pupuk organik padat maupun cair dan Mol yang dibuat sendiri oleh petani menggunakan bahan-bahan alami yang didapatkan dari lingkungan sekitar," ujarnya.

Erik menambahkan hasil tersebut juga dapat diraih karena kerja keras petani yang gigih dalam menekuni sistem pertanian organik.

"Ini terjadi karena para petani Sari Alam telah menyadari akan pentingnya kesehatan tanah lahan dan lingkungan mereka, sehingga dengan adanya program pertanian organik yang mereka terapkan ini dapat memberikan dampak positif baik kepada lahan mereka, lingkungan dan kesehatan beras mereka itu sendiri," katanya.

Dengan terus meningkatnya hasil panen ini, diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan petani hingga tercapainya kesejahteraan petani dan petani terus semangat dalam menjaga alam melalui pertanian organik.