Bertempat tinggal di daerah Kranji, Bekasi, Ibu Sumiati menekuni usaha industri rumah tangganya, yaitu produk olahan yang berbahan dasar pisang, dengan brand "Keripik Pisang Umi". Meskipun rasa dari keripik buatan Ibu Sumiati enak, Usaha rumahan Ibu Sumiati tidak berkembang karena kalah bersaing dalam industri rumah tangga yang sudah memasuki era digital saat ini. Maka dari itu, LPEM BAZNAS melakukan pendampingan kepada Ibu Sumiati dalam mengembangkan usahanya sehingga mampu bersaing dan berkembang hingga terjual di seluruh wilayah Indonesia.

Ditemui di kediamannya, Ibu Sumiati terlihat sangat sumringah dengan kedatangan tim pendamping LPEM program Mustahik Pengusaha yang membawa mesin sealer dan kemasan stand up pouch yang sudah didesain dengan tampilan yang kekinian. Peralatan penunjang usaha tersebut diberikan BAZNAS kepada ibu Sumiati karena produknya memiliki rasa yang mampu bersaing dengan produk keripik pisang lainnya.

“Keripik saya rasanya enak mas, tapi masih kalah bersaing dengan keripik pisang yang ada di supermarket atau toko-toko besar karena kemasannya hanya plastik kue transparan, itu juga merekatkannya dengan dibakar pakai lilin”, Jelasnya kepada tim pendamping program Mustahik Pengusaha.

Selain memberikan bantuan pengembangan usaha, pendamping juga memberikan motivasi dan mengedukasi Ibu Sumiati agar mampu menganalisis usahanya sendiri. Para pendamping program memberikan cerita tentang pengusaha sukses pada setiap pertemuan kelompok untuk memotivasi Ibu Sumiati dan mustahik penerima manfaat program lainnya agar semangat dalam mengembangkan usahanya. Bentuk edukasi yang diberikan oleh LPEM BAZNAS berupa sharing, dan mengikutsertakan mustahik dalam pelatihan, seperti pelatihan keahlian, motivasi, dan pemasaran. Hal ini bertujuan agar Ibu Sumiati dapat melakukan inovasi kepada usahanya dan dapat menjual produknya melalui toko online dan media sosial.