Program distribusi dan pendayagunaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terbukti meningkatkan kesejahteraan mustahik dalam bidang material, spiritual, pendidikan, kesehatan dan kemandirian, menurut sebuah studi.

Studi dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS selama dua tahun untuk menyusun Indeks Kesejahteraan BAZNAS dan mengukur dampak penyaluran zakat.

Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor mengatakan Indeks Kesejahteraan BAZNAS ini memotret program penyaluran zakat dalam kategori baik dengan nilai 0,71.

"Dari sisi pendapatan, definisi baik ini berarti bahwa para mustahik yang menerima dana zakat telah berada di atas garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah, bahkan sebagian bisa jadi ada di atas nishab," kata Zainulbahar dalam sambutannya pada Public Exspose "Indeks Kesejahteraan BAZNAS" di Jakarta, Kamis (17/10).

Acara yang diikuti 50 peserta dari berbagai kota ini sekaligus memperingati Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional.

Turut hadir sebagai narasumber Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Dr Irfan Syauqi Beik dan Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, Dr Mohammad Hasbi.

Menurut Zainulbahar hasil kajian ini menjadi cermin bagi BAZNAS untuk melakukan analisis kondisi sekaligus mengevaluasi program pendistribusian dan pendayagunaan yang telah dilakukan.

Dengan data tersebut, dapat dirumuskan kebijakan untuk memperbaiki pola program penyaluran zakat selanjutnya, sehingga manfaatnya makin besar dirasakan oleh Mustahik.

"Indeks Kesejahteraan BAZNAS ini dibuat sebagai alat utk mengukur kinerja program penyaluran zakat yang dilakukan BAZNAS sekaligus sebagai alat bagi masyarakat untuk memantau bagaimana proses penyaluran zakat BAZNAS selama ini," ujar dia.

Irfan Syauqi Beik mengatakan, kajian ini
menjadi warna baru di dalam pengembangan teori yang terkait dengan ekonomi syariah.

"Ini adalah kontribusi BAZNAS terhadap dunia keilmuan, utamanya bidang ekonomi syariah. BAZNAS berharap kajian ini dapat memperkuat ilmu ekonomi syariah dimana zakat merupakan salah satu bagian pentingnya.

"Tentu kita juga berharap keilmuan ini terus berkembang melalui teori-teori baru seperti indeks Kesejahteraan ini," kata dia

Dia mengajak masyarakat untuk turut mengontrol kinerja BAZNAS melalui kajian-kajian serupa.

"Masyarakat termasuk kalangan kampus bisa ikut menguji hasil lapangannya dengan melakukan riset menggunakan alat ukur yang sama yaitu Indeks Kesejahteraan BAZNAS.

"Sehingga ini sebagai alat kontrol juga bagi masyarakat dan stakeholder yang lain terkait dengan dinamika pendistribusian dan pendayagunaan zakat," katanya.

Mohammad Hasbi mengatakan, kajian Indeks Kesejahteraan BAZNAS ini menggunakan tiga ukuran kesejahteraan, yakni Cibest (Center of Islamic Business and Economic Studies) dengan ukuran material dan spiritual.

Human Development Indeks dengan ukuran pendidikan dan kesehatan serta kemandirian.

Ukuran Indeks Kesejahteraan BAZNAS berkisar antara 0 sampai dengan 1 yang terbagi dalam 5 urutan kategori yaitu tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik dan sangat baik.

Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: [email protected]

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id