Puskas BAZNAS melakukan sosialisasi NIM 2.0 kepada seluruh BAZNAS di Indonesia. Pada kegiatan ini turut hadir pimpinan dari masing-masing BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kota dan BAZNAS Kabupaten. Kegiatan diawali dengan sambutan yang dibawakan oleh Ibu Saidah Sakwah sebagai Pimpinan BAZNAS.

“NIM akan menjadi sistem pendataan mustahik tingkat nasional. Sistem ini akan terintegrasi sebagai upaya menajamkan sasaran penerima zakat dengan memanfaatkan data mustahik secara nasional”, penjelasan Ibu Saidah. Kemudian, Beliau menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk memberikan atensi yang baik dalam pengisian data ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan materi dan demonstrasi tata cara pengisian NIM oleh Kepala Puskas BAZNAS, M. Hasbi Zaenal. Acara berjalan dengan lancar dan penuh dengan kekhusyuan. meskipun dilakukan secara online, baik pemateri maupun peserta dapat menikmati kegiatan ini hingga selesai.

Nomor Identifikasi Mustahik merupakan penomoran khusus untuk mustahik yang telah dibantu oleh BAZNAS. Penomoran ini akan diintegrasikan secara nasional antar OPZ. Tujuan dengan adanya kodifikasi ini untuk mencegah adanya intervensi terpusat disatu mustahik, sehingga lebih memudahkan dalam mencapai tujuan yang mulia.

Nomor Induk Mustahik yang telah dikembangkan BAZNAS menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan integrasi data. NIM yang dikembangkan melalui kerjasama strategis antara BAZNAS dan Kementerian Sosial RI, merupakan inovasi yang sangat baik dalam hal peningkatan efektivitas pendistribusian dan pemanfaatan sebagaimana diamanatkan undang-undang. Oleh karena itu, semua OPZ harus dapat memanfaatkan data ini untuk kepentingan mustahik.

Pada kesempatan ini, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan BAZNAS Kabupaten Cirebon yang memiliki tingkat partisipasi tertinggi dalam pengisian NIM selama dua tahun terakhir. Semoga kerja keras mereka juga bisa memicu yang lain untuk melengkapi data mustahik.

 

Rep: Puskas BAZNAS

Terkait