Pelatihan Indeks Zakat Nasional serta Kaji Dampak Zakat wilayah Aceh dan Sulawesi Selatan digelar pada Selasa (15/06/21), secara daring melalui ruang meeting zoom. Pelatihan tersebut dihadiri oleh Ketua Baitul Maal Provinsi Aceh, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Direktur Puskas BAZNAS, serta perwakilan Baitul Maal Kabupaten/Kota Aceh dan perwakilan BAZNAS Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan.

Dalam pelatihan tersebut Ketua Baitul Maal Provinsi Aceh, Prof. Dr. Nazaruddin serta Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Mappagio, M.Si, menyampaikan bahwa Indeks Zakat Nasional serta Kaji Dampak Zakat merupakan sebuah alat evaluasi bagi lembaga zakat. Senada dengan Beliau, Wakil Direktur Puskas BAZNAS menyatakan bahwa Indeks Zakat Nasional serta Kaji Dampak Zakat merupakan sebuah cermin bagi lembaga-lembaga zakat yang bertujuan untuk mengukur kondisi suatu lembaga zakat.

Pada tahun 2020, dari 24 Baitul Maal yang ada di Provinsi Aceh, hanya ada 7 Baitul Maal yang berpartisipasi dan mengisi Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat. Sehingga nilai Indeks Zakat Nasional Provinsi Aceh ialah 0,36 atau Kurang Baik. Hasil ini tentunya belum dapat merepresentasikan seluruh performa tata kelola di wilayah Provinsi Aceh sebab tingkat partisipasi Baitul Maal di Aceh yang masih rendah.

Sedangkan di Provinsi Sulawesi Selatan, dari 25 BAZNAS terdapat 16 BAZNAS yang berpartisipasi dan mengisi Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat. Sehingga nilai Indeks Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Selatan ialah 0,58 atau Cukup Baik. Sama halnya seperti pada hasil Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat di Provinsi Aceh, hasil ini tentunya belum dapat merepresentasikan seluruh performa tata kelola di wilayah Sulawesi Selatan.

Harapannya pada tahun 2021 terjadi peningkatan partisipasi dalam mengisi Indeks Zakat Nasional serta Kaji Dampak Zakat agar terdapat gambaran representasi kondisi serta performa Baitul Maal di Aceh dan BAZNAS di Sulawesi Selatan. Sehingga, stakeholder zakat baik di tingkat pusat maupun daerah dapat memetakan strategi untuk meningkatkan performa yang sudah ada.

 

Rep: Puskas BAZNAS