Pada Rabu (31/03/2021), Puskas mengikuti Webinar “Evaluasi Dampak Transisi Rastra ke BPNT: Temuan Awal” yang diselenggarakan oleh J-PAL Asia Tenggara (J-PAL SEA). Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab atau J-PAL merupakan pusat penelitian global yang bekerja untuk mengurangi kemiskinan dengan memastikan bahwa kebijakan didasarkan pada bukti ilmiah.

Webinar ini menghadirkan panelis yang ahli dibidangnya seperti: Maliki (Bappenas), Elan Satriawan (TNP2K, UGM), Sudarno Sumarto (SMERU, TNP2K), Rema Hanna (Harvard, J-PAL) dan Benjamin Olken (MIT, J-PAL). Kemudian acara ini juga mengundang Keynote Speakers dari beberapa kementerian dan keduataan besar seperti: Tb. A. Choesni (Kemenko PMK), Asep Sasa Purnama (Kemensos), Vivi Yulaswati (Bappenas), Ryan Washburn (USAID), dan Simon Ernst (Australian Embassy Jakarta).

Webinar ini mengupas temuan awal dari transisi program Rastra (Beras Sejahtera) menjadi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang merupakan sebuah reformasi bantuan sosial terbesar yang pernah dilakukan Indonesia dalam 20 tahun terakhir. Transisi ini pun menimbulkan pertanyaan: Apakah program terbaru ini dapat meningkatkan kesejahteraan di rumah tangga yang paling rentan? Hasil temuan awal menunjukkan bahwa pada daerah yang menjalankan program BPNT, nilai bantuan yang diterima lebih tinggi 45% dibanding RASTRA. Hal ini menyebabkan penurunan kemiskinan sebesar 24% pada kelompok persentil 5% terbawah, sedangkan pada kelompok persentil 15% terbawah terjadi penurunan kemiskinan sebesar 20%.

Melalui keikutsertaan webinar ini, peneliti puskas mendapatkan wawasan baru dalam segi motede pengukuran dampak program berskala besar seperti yang diimplementasikan pada BPNT ini. Kedepan, puskas dapat berkolaborasi dalam menyukseskan pengentasan kemiskinan melalui instrumen zakat,infak dan sedekah di Indonesia.

 

Rep: Puskas BAZNAS