Bencana yang hadir di awal tahun di berbagai wilayah di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi sektor filantropi dan kerelawanan. Bencana yang mengintai menyasar kaum miskin sehingga memerlukan waktu dan usaha yang lebih untuk keluar dari keterpurukan.

“BAZNAS dipandang perlu untuk menyusun alat ukur dampak kerugian yang dialami para korban bencana termasuk mereka yang termasuk ke dalam golongan asnaf” tutur Arifin Purwakananta, Direktur Utama BAZNAS dalam kesempatan membuka sesi diskusi antara Puskas BAZNAS dan BAZNAS Tanggap Bencana pada 24 Februari 2021.

Alat ukur yang disusun diharapkan tidak hanya memotret kerugian secara sektoral tetapi juga dapat menelusuri dampak-dampak lain yang dialami para penyintas bencana. Dengan demikian, BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana dan lembaga program terkait mampu memberikan intervensi yang tepat sasaran.

 

 

Rep: Puskas BAZNAS