Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan Integrasi Mustahik Nasional berbasis Nomor Identifikasi Mustahik (NIM) pada Selasa, (10/11/2020). Pelatihan tersebut diikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang terdiri dari BAZNAS RI, LAZ Nasional, BAZNAS dan LAZ Provinsi serta Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik, PhD menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan zakat bukan hanya menjadi tanggung jawab BAZNAS RI, akan tetapi seluruh Organisasi Pengelola Zakat di Indonesia.

"Integrasi Mustahik Nasional ini adalah salah satu cara dalam mewujudkan database mustahik dalam mendukung pemetaan kemiskinan di Indonesia," ujarnya.

Materi pelatihan Integrasi Mustahik Nasional ini disampaikan oleh Direktur Pusat Kajian Strategis BAZNAS, Muhammad Hasbi Zaenal, PhD. Sebagai pengejawantahan dari SK DPP No. 14 tahun 2020 tentang Penerapan Nomor Identifikasi Mustahik (NIM) Badan Amil Zakat Nasional, seluruh OPZ diamanatkan agar dapat mengintegrasikan data mustahik sebagaimana fungsi koordinasi BAZNAS baik dari sisi pengumpulan, pengelolaan, penyaluran dan pelaporan zakat. 

Rep: Puskas BAZNAS