Pada hari sabtu dan ahad (13-14 Juli 2019) tim puskas dan monev mendatangi lokasi kampung tanggap bencana (katana) di daerah abepura, papua. Sebagai pulau terbesar pertama di Indonesia, kondisi geografis di Papua terdiri dari pegunungan dan hutan-hutan. Hal tersebut menyebabkan kawasan tempat beraktivitas masyarakat, baik perkantoran, sekolah, perumahan dan sebagainya juga berada di sekitar pegunungan ataupun bukit-bukit.

Lokasi katana yang didatangi oleh tim merupakan sebuah kawasan perumahan padat penduduk yang berada di bawah tebing. Kondisi tebing juga sudah berada pada kategori rawan karena jika disentuh sedikit saja sudah menyebabkan batu-batu tebing berjatuhan. Bencana yang mengancam wilayah pemukiman tersebut tidak hanya tebing itu saja. Perumahan yang berada di kawasan paling atas pun juga berbatasan dengan bukit hutan. Akibatnya, jika terjadi hujan maka kawasan tersebut berpotensi terkena longsor dari bukit dan tebing. Saat materials dari bukit dan tebing terjatuh karena hujan, masalah lain yang ikut mengancam adalah terjadinya banjir akibat tertutupnya jalur air.

Adanya program katana yang diberikan tahun 2018 lalu membawa dampak yang postif pada masyarakat di sana. Selain berguna untuk mereka menghadapi ancaman bencana, salah seorang penduduk juga mengatakan bahwa tingkat kepedulian mereka pun juga bertambah. Saat melihat warga lain yang menghadapi bencana, seperti banjir sentani awal tahun lalu, mereka juga turut membantu untuk meringkankan beban korban terdampak bencana.