Jayapura, Papua (12). Dalam rangka melengkapi dan memperluas cakupan penggunaan Indeks Zakat Nasional (IZN) secara nasional, Pusat Kajian Strategis BAZNAS turun langsung memberi pengarahan dan bimbingan teknis implementasi IZN kepada seluruh BAZNAS se-Papua yang terdiri dari 12 BAZNAS Kabupaten/Kota dan 1 BAZNAS Provinsi.

Pola pengisian IZN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya proses penjaringan datanya masih menggunakan form manual dan dokumen hard-copy, maka mulai tahun 2019 proses pengisiannya sudah menggunakan aplikasi berbasis Android yang diinstal melalui HP masing-masing. Dengan pola baru ini, tentunya proses pengisian menjadi lebih cepat, efisien dan mempermudah Lembaga Zakat. Selain itu, pada tahun 2019 ini Puskas BAZNAS memperluas penggunaan IZN kepada seluruh BAZNAS dan LAZ se-Indonesia yaitu BAZNAS tingkat Provinsi, BAZNAS tingkat Kabupaten/Kota, LAZ tingkat Nasional, LAZ tingkat Provinsi dan LAZ tingkat Kabupaten/Kota dengan jumlah total 548 Lembaga Zakat.


Dalam paparannya, Puskas BAZNAS menekankan betapa pentingnya instrumen Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai alat ukur utama memetakan performa pengelolaan zakat secara nasional. Selain alat pemetaan performa, IZN juga menjadi instrumen evaluasi diri lembaga zakat yang bisa diperbandingkan antar lembaga dan wilayah dari tahun ke tahun.

Sebagai informasi, skor IZN di Provinsi Papua tahun 2018 berhasil memperoleh nilai 0,64, dari rata-rata nasional 0,55. Dengan rincian skor Dimensi Makro sebesar 0,48,  skor Dimensi Mikro sebesar 0,75, dan skor Kaji Dampak sebesar 0,85. Skor tersebut menandakan pengelolaan zakat di Provinsi Papua cukup baik dengan beberapa rekomendasi sebagai evaluasi. Pada tahun 2019 ini, diharapkan BAZNAS se-Papua bisa meningkatkan lagi performa pengelolaan zakanya dari tahun-tahun sebelumnya.