Kemudahan pengisian IZN via aplikasi dinilai ketua Baznas Maluku bisa memudahkan pengisian data, sehingga diharapkan tidak ada yang melewatkan pengisian data menggunakan aplikasi IZN yang di kembangkan Pusat Kajian Strategis Baznas. Aplikasi ini dinilai cukup canggih karena bisa melakukan pengisian data pada saat on-line dan off-line, sehingga tidak ada alasan untuk tidak serius dalam pengisian IZN tahun ini.

Kamis, (04/07/19) dilanjutkan pelatihan dan sosialisasi konsep serta aplikasi Indeks Zakat Nasional (IZN) di Ambon, Provinsi Maluku. Pelatihan diadakan di kantor pusat BAZNAS Provinsi Maluku yang dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan BAZNAS se provinsi Maluku. Sesi pertama disampaikan oleh Irvan Maulana (Peneliti Senor PUSKAS BAZNAS) tentang konsep dan hasil  implementasi indeks zakat nasional. Beradasarkan laporan indeks zakat nasional tahun 2018, angka indeks provinsi Maluku berada pada level yang cukup baik. Begitu juga dengan kinerja indkes dari sisi dimensi makro dan mikro berada pada level yang cukup baik. Namun, sama halnya dengan provinsi Maluku Utara, dukungan pemerintah berupa regulasi zakat masih tergolong rendah. Alokasi anggaran pemerintah daerah juga tidak begitu besar, sehingga pengumpulan zakat dan penyalurannya dirasa kurang optimal. Perlu adanya komunikasi yang lebih intens antara pihak BAZNAS dan pemerintah daerah terkait regulasi zakat.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Adhitya Kususma Zaenardi (Peneliti Junior PUSKAS BAZNAS). Adhitya menjelaskan tentang penggunaan aplikasi IZN serta cara pengisian menggunakan aplikasi tersebut, mulai dari proses download melalui playstore, pendaftaran, aktivasi, pengisisan data untuk IZN dan kaji dampak, hingga proses edit data dan simpan data. Penggunaan aplikasi IZN diharapkan bisa meningkatkan semangat para responden (mustahik) untuk menyiapkan data lengkap sehingga nilai indeks provinsi Maluku semakin meningkat.