Covid-19 yang melanda diseluruh dunia, tak terkecuali indonesia, telah mengubah cara kerja yang berbeda dari biasanya. begitupun dengan pelatihan IZN dan IKS OPZ di Provinsi Sumatera Barat yang semula direncanakan bertatap muka dengan peserta, namun kali ini harus dilaksanakan melalui pertemuan virtual. Keadaan ini pun tidak menyurutkan semangat dan esensi dari tujuan kajian ini. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 BAZNAS dan 1 LAZ di Provinsi Sumatera Barat.

Pertemuan dimulai dengan sambutan oleh Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. Drs. H. Sobhan, MA, dilanjutkan dengan presentasi materi dari Puskas BAZNAS dan kemudian sesi diskusi dari para peserta. Penggunaan kuesioner berbasis web untuk Indeks Zakat Nasional dan Analisis Dampak merupakan hal baru dalam pelatihan ini. Pengguna dapat mengaksesnya menggunakan komputer atau smartphone.

Dalam analisis sebelumnya, diketahui bahwa kondisi pengelolaan lembaga zakat untuk Provinsi Sumatera Barat meningkat dari 0,44 pada 2018 dengan kategori cukup baik menjadi 0,59 pada 2019 dengan kategori baik. Rekomendasi dari hasil ini adalah perbaikan terkait dengan kelengkapan database dan manajemen kelembagaan OPZ dan eskalasi dampak zakat. Selain itu, Kepatuhan Indeks Syariah (IKS OPZ), sebuah studi kolaboratif antara BAZNAS dan Kementerian Agama (Kementerian Agama RI), juga baru dalam pelatihan ini.

Hasil studi OPZ IKS belum ada untuk Provinsi Sumatera Barat mengingat ini adalah tahun pertama yang akan dilaksanakan. Semua peserta berharap agar hasil studi IZN, Analisis Dampak (Kaji Dampak), IKS OPZ mendapatkan hasil positif dan memberikan perbaikan bagi pengelolaan lembaga zakat di Sumatera Barat.