Air, Sanitasi dan Kebersihan adalah hal yang sangat esensial dan menjadi kebutuhan dasar bagi manusia, sehingga tidaklah heran jika Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui sayap organisasinya UNDP bersama-sama dengan anggota PBB menjadikan isu WASH ke dalam tujuan ke-6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dimana pada tahun 2030 isu-isu yang terkait sanitasi harus teratasi.

Zakat dan TPB memiliki kesamaan tujuan dalam berbagai hal terutama dalam program penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak, karena masalah ini merupakan asalah klasik yang sering dihadapi oleh masayarakat miskin. Lebih lanjut, dalam perspektif Islam, permasalahan air dan sanitasi yang bersih dan layak menjadi hal yang sangat penting, karena keduanya menjadi salah satu syarat keabsahan dalam beribadah. Sehingga, sebagai bagian dari rukun Islam, zakat juga harus memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan ini.

Sebagai langkah kongkrit, BAZNAS sebagai lembaga Zakat nasional yang diberikan mandat oleh Undang-undang juga turut ikut berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dalam aspek penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak di beberapa daerah termasuk di Desa Kendel Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Di Desa Kendel, BAZNAS telah menyalurkan bantuan untuk program sanitasi bersih dan layak senilai Rp.40 juta untuk 40 penerima manfaat.

Dalam rangka melakukan evaluasi awal serta pengukuran dampak zakat terhadap program WASH, Puskas BAZNAS melakukan pengukuran di Desa Kendel pada tanggal 23 Mei 2019 terkait efektifitas program tersebut. Melalui wawancara langsung dengan aparatur Desa Kendel dan melakukan pengamatan secara langsung ke rumah-rumah 40 penerima manfaat program Air, Sanitasi dan Kebersihandari BAZNAS, Puskas BAZNAS menemukan bahwa bantuan yang diberikan sangat efektif karena saat ini masayarakat penerima manfaat di Desa tersebut telah memiliki fasilitas air dan sanitasi yang bersih dan layak. Sehingga, Puskas BAZNAS merekomendasikan BAZNAS untuk mereplika program Air, Sanitasi dan Kebersihan tersebut di daerah yang lebih membutuhkan.

Rep: Puskas BAZNAS