Tingkat efektivitas kampanye zakat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan brand lembaga dan pengumpulan zakat bagi Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Kampanye zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap zakat yang kemudian memengaruhi keputusan seseorang untuk berzakat.

Kampanye zakat perlu dilakukan secara efektif dalam menyasar target dan dalam memberikan pengaruh terhadap target yang disasar. Pengukuran efektivitas kampanye zakat menjadi penting bagi BAZNAS untuk menjadi dasar evaluasi kegiatan kampanye zakat yang telah dilakukan oleh BAZNAS. Selain itu, pengukuran efektivitas kampanye zakat diharapkan mampu melihat persepsi masyarakat terhadap BAZNAS sebagai salah satu lembaga penghimpun dana zakat. Oleh karena itu, Puskas BAZNAS membuat buku kajian yang berjudul “Efektivitas Kampanye Zakat terhadap Brand Lembaga dan Pengumpulan Zakat”.

Selama kurang lebih 4 bulan analisa dari buku tersebut disusun dengan menggunakan proses FGD dan survei. Beberapa hasil dari buku ini diantaranya adalah preferensi media kampanye berdasarkan demografi, evaluasi kampanye zakat BAZNAS, dan saran untuk kampanye zakat BAZNAS. Selain itu, dalam buku ini juga menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis pengaruh efektivitas kampanye zakat terhadap brand lembaga dan pengumpulan zakat. Hasilnya menunjukan bahwa antar variabel memiliki hubungan signifikan positif baik secara langsung maupun menggunakan variabel brand sebagai mediasi

Temuan survei ini juga menemukan bahwa mayoritas responden yang berzakat di BAZNAS memilih media sosial sebagai media kampanye yang paling berpengaruh, dipercaya, dan dapat membuat muzaki percaya untuk terus berzakat di BAZNAS. Hal yang paling membedakan dari generasi milenial dan non-milenial adalah besar persentase dari preferensi terhadap media sosial. Sebagai contoh, untuk media yang paling memengaruhi muzaki untuk berzakat, responden generasi milenial memilih media sosial sebesar 47%, sedangkan generasi non-milenial hanya 28%. Lebih lanjut, untuk media kampanye selain media sosial, yang menjadi preferensi antara muzaki dan non muzaki sendiri cukup beragam. Preferensi waktu kampanye yang baik bagi muzaki dan non-muzaki cenderung tidak jauh berbeda, yaitu pada waktu malam (19.00-21.00) lalu sore (16.00-18.00).

Efektifitas kampanye BAZNAS yang diujikan melalui EPIC model diindikasikan cukup efektif. Hal ini terdiri dari dimensi empati dan dampak yang efektif serta persuasi dan komunikasi yang dianggap cukup efektif. Oleh karena itu, BAZNAS diharapkan memiliki strategi untuk meningkatkan efektifitas kampanye terlebih di dimensi persuasi dan komunikasi. Kemudian, brand BAZNAS dianalisis untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap BAZNAS. Pada kategori brand awareness 36% responden setuju bahwa BAZNAS adalah lembaga zakat yang pertama kali diingat ketika diberikan pertanyaan mengenai lembaga zakat. Untuk brand image, 40.7% responden setuju pada asosiasi BAZNAS sebagai lembaga yang tanggap dalam isu sosial. Secara umum BAZNAS juga menjadi Top of Mind lembaga zakat yang paling diketahui dengan persentase sebesar 51.5%. Pencapaian ini sangat baik karena menunjukan posisi BAZNAS sebagai lembaga zakat yang paling dikenal bagi responden Jabodetabek.

Publikasi hasil kajian Efektivitas Kampanye Zakat terhadap Brand Lembaga dan Pengumpulan Zakat akan dilakukan pada tanggal 9 Juni 2020 pukul 14.00 WIB melalui siaran BAZNAS TV. Webinar ini akan dibuka oleh Direktur BAZNAS, lalu publikasi akan didiskusikan oleh tim riset strategis 2 Puskas BAZNAS.

 

Rep: Puskas BAZNAS

Terkait