Pemberlakuan kebijakan dari imbauan untuk melakukan social and physical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan upaya pemerintah untuk menghambat penyebaran COVID-19 di Indonesia yang menunjukkan tren peningkatan kasus terinfeksi. Kebijakan ini tentu akan menimbulkan dampak pada perekonomian Indonesia, baik dari dimensi makro maupun mikro. Dari sisi makro, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan jatuh ke angka 2,3% bahkan skenario terburuk dapat menyentuh negatif 0,4%. Dari sisi mikro, perusahaan mulai mempertimbangkan dan bahkan melaksanakan restrukturisasi organisasi yang berimbas banyaknya pemutusan kerja karyawan. Pekerja informal dan kelompok marjinal menjadi lapisan masyarkat yang paling terdampak dengan adanya pandemic COVID-19 ini.

Menghadapi hal ini, Ekonomi Islam dapat menjadi sebuah alternatif dalam mengurangi beban yang dihadapi pemerintah. Melalui peran keuangan komersial dan sosial Islam aktivitas perekonomian dapat lebih terjaga dalam kondisi wabah seperti ini. Oleh karena itu, Pusat Kajian Strategis memandang perlu melakukan webinar dengan tema “Peran Keuangan Komersial dan Sosial Islam Terpadu dalam Menangani Wabah COVID-19”. Webinar ini merupakan seri pertama dari Puskas Webinar Series dan telah suskes dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2020.

Webinar disiarkan secara langsung melalui channel BAZNAS TV pada laman Youtube dengan pembicara utama Dr.Ir.Ascarya, MBA, M.Sc. Selama webinar berlangsung, Dr.Ascarya menjelaskan peran keuangan komersial Islam dan keuangan sosial Islam ditengah pandemi COVID-19. Solusi yang ditawarkan oleh keuangan sosial Islam adalah zakat dan wakaf. Zakat dapat mendorong permintaan agregat dengan pemberian bantuan kepada delapan golongan ashnaf khususnya fakir dan miskin. Sedangkan wakaf dapat berperan dalam menyediakan fasilitas kesehatan gratis dan memproduksi substitusi barang dan jasa impor. Selain itu wakaf dan infak juga dapat berperan dalam membangun pasar online untuk dapat mempertemukan permintaan dan penawaran di tengah penerapan physical distancing. Kemudian, keuangan komersial Islam dapat menerapkan three sector fintech-banking untuk menciptakan ekosistem keuangan Islam yang lebih baik.

Peserta juga dapat memberikan pertanyaan melalui fitur live chat salama diskusi berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pembicara di akhir sesi webinar. Harapannya, dengan webinar ini dapat memberikan khazanah ilmu kepada peserta webinar dan mempeluas wawasan mengenai ekonomi islam dalam perannya menghadapi dampak dari COVID-19.

 

Rep: Puskasbaznas.com