Terpisah oleh sungai yang membentang di berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Utara, tidak menyurutkan semangat mustahik BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara untuk hadir dalam acara survei dan wawancara kaji dampak zakat. Bertempat di BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara, sebanyak 13 mustahik hadir pada 5 Desember 2019. Jumlah yang relatif sedikit ini tidak terlepas dari faktor tingginya biaya transportasi yang perlu dikeluarkan oleh mustahik untuk sampai di Tanjung Selor. Mustahik ini secara umum merupakan mustahik penerima manfaat konsumtif seperti kesehatan dan pendidikan.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara sendiri memiliki beberapa program unggulan seperti Kaltara Sehat dan Kaltara Cerdas. Program ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui bantuan pendidikan kepada mustahik yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan atau pun mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta bantuan kesehatan bagi mustahik yang tidak memiliki akses pada sistem jaringan pengaman sosial seperti BPJS Kesehatan.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Wakil Bidang I dan II, H. Yusransyah dan dilanjutkan dengan sambutan dari Puskas BAZNAS yaitu Dita Anggraini. Dita menyampaikan pentingnya survei kaji dampak zakat ini sebagai bentuk pertanggungjawaban BAZNAS terhadap sejauh mana manfaat  dana zakat yang telah disalurkan kepada mustahik memberikan kebermanfaatan dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Kalimantan Utara. Selanjutnya, wawancara dan penjelasan pengisian kuesioner dilakukan oleh Adhitya Kusuma Zaenardi. Kuesioner ini memuat beberapa informasi yang dibutuhkan untuk menghitung indeks kesejahteraan BAZNAS.

 

Rep: Puskas BAZNAS