Mualaf Center BAZNAS (MCB) menggelar pengajian mingguan untuk mualaf Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jumat (26/3). Kegiatan pengajian dilaksanakan di Masjid Jabal Nur Otobasa dan dihadiri 27 orang mualaf binaan.

Dimulai dengan membaca Surah Al-Fatihah dan mengulang hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an, pada kesempatan ini Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustaz Asep Ma’sum menyampaikan tentang syarat wajib puasa dan kewajiban-kewajiban ketika berpuasa.

“Puasa Ramadhan wajib bagi kaum Muslimin. Dalilnya, bisa dilihat di surah al-Baqarah ayat 183 yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang–orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Ujar Ustadz Asep.

“Menurut syariat Islam, puasa adalah menahan diri untuk tidak makan, minum, berhubungan seks, serta segala hal yang membatalkan puasa sedari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.” Lanjutnya.

“Lalu Apa saja syarat wajib berpuasa? Pertama, beragama Islam. Seorang non-Muslim tidak diwajibkan berpuasa. Kalaupun berpuasa, maka tak ada nilai ibadahnya sama sekali. Kedua, cukup usia atau baligh. anak-anak yang belum mencapai usia baligh belum wajib berpuasa. Walaupun demikian, orang tua dianjurkan untuk melatih anak-anaknya kala Ramadhan agar kelak mudah menjalankan ibadah puasa. Ketiga, berakal. Orang yang hilang ingatan atau gila tak diwajibkan berpuasa. Keempat, sanggup. Sebagai contoh, seorang lanjut usia (lansia) yang tak kuat berpuasa, maka boleh baginya tak berpuasa. Namun, dia tetap wajib membayar fidyah sebagai ganti puasa.” Jelas Ustadz Asep.

Pada akhir sesi kajian seperti biasa dibuka sesi tanya jawab ada pertanyaan dari salah satu peserta yaitu Pak Farojin yang menanyakan perihal hal yang membatalkan puasa.

“Pak ustaz apakah benar ketika kulit kita luka seperti terkena parang bisa membatalkan puasa?” tanya Farojin.

“Jika kulit kita terluka karena terkena parang bahkan sampai keluar darah hal itu tidak membatalkan puasa, tidak ada ketentuan seperti itu, yang jelas membatalkan puasa di antaranya makan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, dan muntah dengan sengaja wallahu a'lam.” jawab Ustaz Asep

Mari kita do’akan agar para mualaf siap dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh tanpa ada hambatan.