Mualaf Center BAZNAS (MCB) menggelar pengajian mingguan untuk mualaf Suku Taa Wana di Masjid Al-Amin Dusun Linte, Desa Takibangke, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada Jumat (19/3). Kegiatan kajian ini dihadiri delapan mualaf dari kalangan bapak-bapak suku Taa Wana.

Pada kesempatan kali ini Dai Mualaf Center BAZNAS, Ustaz Hasan Syarif membahas tentang amalan jariah yang palalanya akan terus mengalir meski sudah wafat.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Ilmu agama yang bermanfaat, anak sholeh yang selalu mendoakan ortunya dan sedekah jariyah adalah di antara amalan yang bermanfaat bagi mayit walaupun ia sudah di alam kubur.” Ujar Ustaz Hasan.

Selanjutnya ustadz Hasan menberikan contoh dan menjelaskan lebih rinci maksud dari 3 (tiga) amalan tersebut

“Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya: a). Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah. b). Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan. c). Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.” jelas Ustaz Hasan.

Diakhir kajian Ustaz Hasan mengajak mualaf Suku Taa Wanna untuk mengamalka do’a ketika turun hujan, karena akhir-akhir ini curah hujan di dusun Linte cukup tinggi.

“Agar hujan yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Taala menjadi manfaat bagi kehidupan kita, untuk bisa mengairi ladang kita dan hujan yang dirunkan tidak menimbulkan musibah kita  diajarkan untuk memperbanyak do'a seperti yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam ketika saat turun hujan :

إ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

[Allahumma shoyyiban nafi’an] “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. Ujar Ustaz Hasan.