Ibu-ibu mualaf di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sudah satu tahun dibina oleh Mualaf Center BAZNAS. Setelah mendapatkan pembinaan dari Mualaf Center BAZNAS, mualaf binaan sudah menunjukan perkembangan yang baik dalam pemahaman dan kemampuan ibadah. Para mualaf tersebut pada umumnya sudah bisa melakukan praktik salat, baik dari segi bacaan maupun gerakan.

Meski demikian, bukan berarti pembinaan berhenti begitu saja, para mualaf masih terus dipantau kecakapannya dalam agama. Selain kemampuan salat, mereka mulai belajar mengenal huruf hijaiyah melalui belajar Iqro juga dibimbing agar bisa hafal surat-surat pendek dalam Al-Qur'an.

Seperti yang dilakukan oleh Da'i Mualaf Center BAZNAS Ustaz Ramdani Saadillah di Masjid Taqwa Desa Maileppet pada hari Senin (15/2). Para mualaf dibimbing menghafal surat-surat pendek dimulai dari Surah An-Naas. Mereka pada umumnya baru hafal surah Al-Ikhlas karena surat itulah yang pertama diajarkan saat belajar bacaan salat.

Proses menghafal surat dilakukan menggunakan metode talaqqi, di mana Da'i membaca ayat dan para mualaf mengikuti ayat demi ayat. Para mualaf merasa senang menghafal walaupun merasa kesulitan.

"Alhamdulillah, kami senang bisa menambah hafalan Qur'an walaupun kesulitan. Nanti saat salat kami bisa membaca surat setelah Al-Fatihah selain dari Surat Al-Ikhlas," ujar mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS, Rostina.

Selepas menghafal bersama Surah An-Naas, proses pembinaan dilanjutkan dengan melanjutkan belajar Al-Qur'an dengan metode Iqro.

"Para mualaf maju satu per satu untuk melanjutkan bacaan di buku Iqronya. Ada yang masih Iqro 1 dan ada juga yang sudah Iqro 2." ujar Ustaz Ramdhani. “Mudah-mudahan kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kapasitas mualaf dalam bidang mengaji Al-Qur'an, baik dari segi bacaan maupun hafalan.” tambahnya.