Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) melaksanakan pengajian bulanan di Masjid Al-Quds, Desa Muntei pada Rabu (27/1). Kegiatan ini dihadiri oleh 3 kelompok pengajian mualaf dari 3 Desa di Kecamatan Siberut Selatan, yakni Desa Maileppet, Desa Muara Siberut dan Desa Muntei.

Pada kesempatan kali ini, Da'i Mualaf Center BAZNAS Ustadz Ramdani Saadilah mengajak dan kembali mengingatkan kepada para mualaf agar semakin meningkatkan kesungguhan dalam beragama. Agama harus menjadi prinsip hidup dan menjadi sesuatu yang tertinggi dalam kehidupan, bukan sekadar menjadi status saja.

"Marilah kita semakin serius dalam beragama, agama jangan dijadikan layaknya  pakaian yang bebas dipakai dan dilepas begitu saja. Dalam Islam, agama itu  adalah segalanya, Ia adalah prinsip hidup yang perlu sungguh-sungguh diamalkan dan dipegang teguh sampai ajal menjemput," ujar Ustadz Ramdani Saadillah.

Sebagaimana firman Allah SWT,

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”. (QS. Ali-Imran ayat 102)

Ustadz Ramdhani juga menyampaikan diantara makna Islam adalah berserah diri. Yakni bersungguh-sungguh menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala. Sebagaimana firman Allah:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An'am ayat 162)

"Jadi, ketika ibu-ibu dahulu bersyahadat dan masuk Islam, itu tandanya ibu-ibu sudah siap untuk menyerahkan diri, hidup dan mati hanya untuk Allah subhanahu wata'ala. Bukan hanya sekadar perubahan atau perpindahan status agama." kata Ustadz Ramdhani.

Mudah-mudahan, dengan terus menerus diingatkan dalam pengajian ini para mualaf bisa semakin meningkat kesungguhannya dalam mengamalkan Islam.