Da'i Mualaf Center BAZNAS (MCB) berkunjung ke Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (22/01). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silahturrahim dan melaporkan hasil kegiatan pembinaan mualaf di Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat serta memohon arahan dan saran dalam kelanjutan program pembinaan di tahun 2021.

Kedatangan Da'i MCB disambut oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Prof. Dr. KH. Syamsul Bahri Khatib yang lebih akrab disapa Buya Syamsul dan Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Bapak Munandar Kasim, M.Kom.

Da'i BAZNAS memberikan laporan perkembangan pembinaan mualaf di Kec. Siberut Selatan Kep. Mentawai kepada Pimpinan BAZNAS Sumbar

Pada kesempatan tersebut, Da'i MCB Ramdani Saadillah memaparkan hasil Progam Pembinaan di Kecamatan Siberut Selatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun lebih. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas mualaf dalam pemahaman aqidah serta kemampuan tata cara ibadah.

"Ketika awal Da'i datang tiba di lokasi pembinaan para mualaf masih banyak yang belum paham Islam dengan baik dan benar, dan alhamdulillah semenjak dilaksanakan progam pembinaan disana kepasitas keislaman para mualaf mengalami peningkatan yang cukup baik," ujar Ramdani kepada para pimpinan BAZNAS Sumbar.

Buya Syamsul Bahri selaku Ketua BAZNAS Sumbar memberikan tanggapan dan nasihat tentang poin-poin yang dilaporkan Da'i MCB tersebut. Beliau memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kontribusi Mualaf Center BAZNAS Pusat dalam pelaksanaan program pembinaan di Kepulauan Mentawai, pasalnya BAZNAS Sumbar mengakui belum banyak melakukan program dan intervensi, khususnya untuk asnaf mualaf di Kepulauan Mentawai.

Selain itu Buya Syamsul juga memberikan beberapa saran dan nasihat untuk Da'i MCB. Salah satunya, beliau menasihati agar menjadi da'i pembina mualaf itu harus memiliki kepribadian yang tasamuh dan toleran dalam masalah khilafiyah atau perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah fiqih.

"Jangan sampai para mualaf dibuat bingung dengan perbedaan pendapat karena Da'i nya yang kurang memahami khilafiyah. Jangan mudah menyalahkan orang, jangan mudah menyesatkan orang, jangan terlampau kasar dalam berdakwah dan karena itu malah akan memudahkan mad'u kita menjauh." Pungkas Buya Syamsul, yang ditutup dengan mengutip salah satu Ayat dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 159, fabima rahmatim minallahi linta lahum. Walau kunta fazhan ghalizhal qalbi lanfadhdhu min haulik.

Selain itu, Wakil Ketua II Bidang Keuangan BAZNAS Sumbar, Munandar Kasim juga memberikan beberapa arahan dan saran. Salah satunya adalah sebaiknya para mualaf selain dibina keislamannya, juga dibina dan diberdayakan ekonominya agar mereka bisa mendiri dan tidak lagi berharap dengan pembagian bantuan. Beliau mengusulkan agar bisa kerja sama MCB dengan BAZNAS Sumbar. MCB menjadi pembina keagamaan dan dari BAZNAS Sumbar bisa membina pemberdayaan ekonominya.

"Kalau bisa tolong ustadz bisa bantu survei apa saja potensi ekonomi disana yang bisa memberdayakan muallaf. Nanti dilaporkan kepada kami dan Insya Allah kami siap meluncur jika ada potensi yang jelas," ujar Bapak Munandar.

Semoga dengan adanya sinergi Mualaf Center BAZNAS RI dengan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dapat meningkatkan kapasitas mualaf di Kepulauan Mentawai baik dari segi agama maupun ekonomi.