Da’i Mualaf Center BAZNAS kembali menggelar pembinaan rutin mualaf di Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pasca libur panjang Idul Fitri, Jumat (4/6). Pembinaan diselengarakan di Masjid Jabal Nur Otobasa dan dihadiri 32 mualaf dari kalangan dewasa dan anak-anak.

Kegiatan pembinaan sejatinya direncanakan dimulai pada hari Jumat, 28 Mei 2021. Namun urung dilaksanakan karena untuk menghormati pelaksanaan adat Balala.  

Balala adalah pantangan atau menyepi bagi masyarakat adat suku Dayak dari melakukan aktivitas kerja yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali sebelum turun ke ladang. Pada saat pelaksanaan adat balala berlangsung maka warga masyarakat harus menaati segala ketentuan adat, termasuk pantangan dan larangan yang telah ditetapkan secara bersama-sama dalam musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat.

Dalam pembinaan kali ini Ustaz Asep Ma’sum selaku Dai Mualaf Center BAZNAS menyampaikan penjelasan tentang pentingnya iman. Tema ini dibahas bertujuan memberikan pemahaman kembali kepada mualaf mengenai tingginya nilai iman yang pantas diperjuangkan hingga mati dan dengan pembahasan ini diharapkan para mualaf terisi kembali semangatnya dalam mengamalkan setiap ajaran Islam.

"Iman lebih penting dari pada harta, takhta bahkan lebih penting dari dunia dan seisinya karena dengan iman inilah perbuatan manusia menjadi ada nilainya disisi Sang Kholiq, bila tidak ada iman kebaikan apapun itu tidak ada nilainya di sisi Sang Kholiq dan dengan iman inilah manusia akan selamat di akhirat kelak," ujar Ustaz Asep.

Diakhir sesi pembinaan ibu Aryanti bertanya tentang kehidupan setelah manusia meninggalkan dunia.

“Pak Ustaz apakah setelah mati kita bisa langsung masuk surga?” Tanya Aryanti.

“Setelah mati kita akan menuju alam kubur, belum langsung masuk surga Allah. Kubur merupakan tempat persinggahan pertama, jika di alam kubur kita selamat maka akan selamat sampai akhirat, jika dikubur celaka maka akan celaka sampai akhirat. Bagi orang-orang yang selamat di alam kubur ini maka mereka diberikan nikmat yakni kuburnya seperti pertamanan dari pertamanan surga.” Jawab Ustaz Asep.