Peserta Beasiswa Cendekia Baznas (BCB), Kelvin Aryani, memanfaatkan waktu kosong dengan berwirausaha, berbekal ilmu yang didapat dari pembinaan BCB.

Kelvin usai menyelesaikan studi S1 di Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang. Kelvin menjadi salah satu lulusan terbaik di fakultas dengan predikat Cum Laude. Sembari menunggu mendapat pekerjaan, ia mengisi waktu dengan berjualan.

"Sebenarnya, dari dulu saya sudah memulai usaha dengan berjualan, mulai dari menjadi reseller berbagai produk dan juga menjual makanan", ujar Kelvin.

Saat masih kuliah di Padang, Kelvin berjualan pempek dan juga menerima pesanan hadiah, seperti mug printing, karikatur, gambar vektor, dan lain-lain. Namun ketika masa pandemi tiba tepat belum lama setelah Kelvin menyelesaikan studi, ia kembali ke kampung halaman di kota Lubuklinggau.

Berbekal dengan ilmu kewirausahaan yang didapatkan dari pembinaan BCB inilah, Kelvin semakin yakin memulai lagi usaha di kampung.

"Saya mulai membuat produk camilan berupa telur gabus dan keripik pisang. Selain itu saya juga membantu memasarkan kue buatan ibu saya yang dibuat dengan sistem make by order. Alasan saya memilih merek dagang ini karena saya sangat terkesan sekali dengan ranah minang, saya juga suka dipanggil Uni walaupun saya bukan gadis berdarah minang. Sehingga saya buat merek penjualan saya “Kadai Uni”. Kadai Uni menjual produk makanan, seperti telor gabus, keripik pisang, dan juga menerima pesanan kue dan bolu khas lebaran", kata Kelvin menceritakan.


Produk "Kadai Uni" dapat dipesan di akun instagram @bukan.gadihminang dan @kadaiuni.linggau