Kelompok peternak mustahik di Balai Ternak BAZNAS Bekasi melakukan kegiatan pengolahan pakan silase dari sisa sayuran dan produk hasil pertanian menjadi pakan silase yang berkualitas. Pengolahan pakan silase sendiri merupakan salah satu teknologi untuk mengolah pakan mentah menjadi pakan fermantasi yang dapat disimpan dalam waktu lama.

Bertempat di Desa Sukaindah, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/11/2020), peternak memulai proses pengolahan pakan sialse dengan mengumpulkan dan membeli limbah atau sisa sayuran yang tidak terjual di pasar induk dengan harga yang cukup murah seperti kacang panjang, kol, buncis, sawi, dan jagung muda. Kemudian sayuran yang telah dikumpulkan dicacah atau digiling mengunakan mesin choper.

Selanjutnya seluruh bahan akan difermentasi mengunakan bakteri dan aktivator yang disiapkan, dan pakan akan disimpan melalui drum-drum. Biasanya pakan silase yang dapat disimpan dalam waktu cukup lama.

Sebanyak tujuh orang peternak mustahik nampak semangat dalam mengolah pakan silase ini. Hal ini karena kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan kelompok dalam mempersiapkan pakan untuk ternak domba.

Susanto selaku pendamping program menyampaikan bahwa pengolahan pakan silase ini merupakan salah satu dari materi pendampingan yang diberikan kepada peternak dan sudah dipraktekan langsung. Selain itu, dengan memanfaatkan sisa sayuran yang tidak terjual di pasar juga merupakan salah satu langkah dari Balai Ternak BAZNAS Bekasi untuk menerapkan pola peternakan yang zero waste sehingga tidak ada limbah yang terbuang begitu saja baik dari hasil peternakan maupun pertanian.

"Pengolahan limbah atau sisa sayuran menjadi pakan silase ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh peternak mustahik di Bekasi untuk mencari solusi mengatasi harga pakan yang cukup tinggi. Sehingga dengan kreasi ini bisa meningkatkan efisiensi pengeluaran untuk pakan," ujar Susanto.

#SemestaKebajikanZakat
#LekasPulihIndonesia