Sebanyak 30 mustahik petani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS mengikuti program Sekolah Tani, Sabtu (24/10/2020). Sekolah Tani ini berfokus pada konsep budidaya padi secara organik dengan sistem SRI (System of Rice Intensification). SRI adalah konsep dasar pada tanam muda, dangkal dan tunggal yang dilaksanakan di Kampung Pujobasuki Dusun 1, Trimurjo, Lampung Tengah.

Berbagai macam kegiatan dipraktekkan langsung oleh Tri Saloka selaku pendamping Lumbung Pangan BAZNAS, , seperti pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), Pupuk Organik Cair (POC) serta penambahan bakteri dekomposer. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat mikro organisme lokal  cukup sederhana dengan menggunakan nasi yang sudah dipendam di sekitar pohon bambu, gula merah, dedak, air cucian beras, dan air kelapa.

Sementara itu, pupuk organik cair dibuat dengan menggunakan daun dan tumbuhan yang masih hijau seperti bandotan, kipahit, kangkung dan pucuk labu. Bahan pembuat dekomposer yaitu nasi yang sudah dipendam di sekitar pohon bambu dan gula merah.

Berawal dari materi yang disampaikan, petani harus menyiapkan tanaman refugia, penyaring air (eceng gondok), bakteri dekomposer, pupuk organik padat dan cair. Kegiatan berjalan dengan baik karena mustahik binaan yang sangat aktif bertanya dan merespon apa yang disampaikan pemateri.

Melalui kegiatan ini, petani diharapkan mampu melaksanakan pertanian organik. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, mendorong peningkatan harga jual dan berperan serta dalam menjaga lingkungan guna menunjang pertanian yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan mandiri.

#BAZNAS
#LPEM
#LumbungPangan
#SemestaKebajikanZakat